Suara.com - Sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Wapres Jusuf Kalla (JK) disindir oleh tokoh Papua Christ Wamea.
Cibiran itu dilontarkan Christ Wamea karena sejumlah menteri berpesta dengan warga Papua di Ancol, Jakarta Utara.
Beberapa menteri Jokowi yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengadakan acara reuni "Temu Kangen Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama)" di DKI Jakarta pada Minggu (6/10/2019).
Beberapa di antaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Bersama sejumlah menteri yang lain, mereka menamakan kelompoknya 'Elek Yo Band' dan sudah beberapa kali tampil di atas panggung.
Dalam acara temu kangen alumni UGM, ketiga menteri itu bernyanyi bersama rekan-rekan dari Papua.
"Ini bisa membangun kebangsaan. Kami menyanyi lagu "Bendera", "Aku Papua", dan menari bersama di lagu "Sajojo"," ungkap Budi Karya Sumadi di Instagram.
"Rasa kebangsaan itu tidak akan muncul jika tidak dibangun. Kita harus secara aktif membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat di Papua. Karena Papua adalah Indonesia," imbuhnya.
Christ Wamea pun membandingkan para menteri tersebut dengan sang presiden.
Baca Juga: Buzzer Hoaks soal Papua Dapat Kucuran Dana Rp 4,2 M untuk Iklan di Facebook
Ia beranggapan, acara hiburan dengan warga Papua di luar tempat pengungsian itu tak elok.
Apalagi, saat ini banyak orang di Papua yang menderita akibat kerusuhan.
"Menteri dan presidennya sama saja. Papua lagi duka dan mencekam, yang diurus kok nyanyi-nyanyi. Mari hibur rakyat di tempat pengungsian. Bangun persatuan itu cepat tanggap dengan situasi yang rakyat hadapi, bukan hura-hura di Ancol," cuit @ChristWamea, Senin (7/10/2019).
Berita Terkait
-
Jubir Prabowo Pastikan Tak Ada Pembicaraan Soal Jatah Menteri dalam Kabinet
-
Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua
-
Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua
-
Dinilai Kondusif Pasca Kerusuhan Wamena, Pengungsi Diimbau Kembali ke Rumah
-
Pengamat Politik Asing: Ancaman Pembunuhan ke Veronica Koman Masalah Serius
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar
-
Noel Minta Petinggi KPK Hadir di Sidang: Ada Apa dengan Ida Fauziyah?
-
Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa
-
Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
-
Ribka Tjiptaning: BPJS Itu Tanggung Jawab Negara, Bukan Perusahaan Pemburu Untung