Suara.com - Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku bakal kembali menagih Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa menerbitkan Perppu KPK.
Menurutnya, permintaan itu akan kembali dilakukan setelah Jokowi kembali dilantik menjadi Presiden kedua kalinya pada Minggu (20/10/2019).
KPK, kata Agus akan kembali memohon bila Jokowi tak menerbitkan Perpu KPK pada 17 Oktober nanti.
"Ya, nunggu beliau (Jokowi) dilantik, setelah dilantik kami 'mohon lagi," kata Agus dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).
Agus mengaku KPK tak bisa berbuat banyak bila memang akhirnya Jokowi mengambil keputusan untuk menandatangani UU KPK yang telah disahkan DPR dan pemerintah.
Menurut Agus, bila keputusan tersebut diambil Jokowi, maka KPK akan meminta pendapat presiden.
"Ya kita tunggu setelah dilantik, beliau pendapatnya apa?" tutup Agus.
Hingga saat ini, Jokowi belum buka suara soal rencana menerbitkan Perppu KPK. Terakhir kali, Jokowi sempat ditanya awak media seusai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Senin (14/10/2019).
Seusai menjelaskan pertemuannya dengan Zulhas, awak media sempat menanyakan kepada Jokowi terkait kapan akan menerbitkan Perppu KPK.
Baca Juga: Tim KPK Nyaris Ditabrak Staf Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat OTT
"Pak soal Perppu KPK bagaimana?, Pak Perppu KPK?" tanya awak media.
Terkait pertanyaan yang dilontarkan itu, Jokowi tampak berjalan dan meninggalkan awak media.
Berita Terkait
-
Besok UU KPK Berlaku, Jokowi Cuma Umbar Senyum
-
Menanti Dilantik jadi Wapres, Maruf Amin Ngaku Deg-degan
-
Ingin Tetap Independen, Alasan Jokowi Tak Libatkan KPK Seleksi Menteri
-
Ditanya soal Gerindra Gabung ke Pemerintah, Airlangga: Itu Domain Presiden
-
Data Korupsi Arteria Dahlan di Mata Najwa, Buatan Anggota KPK Gadungan?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum