Suara.com - Pemprov DKI Jakarta memiliki strategi yang dianggap jitu agar driver ojek online tak sembarangan berhenti untuk menurun dan mengangkut penumpangnya di jalan raya.
Siasat untuk menertibkan pengojek online yang tak taat aturan lalu lintas, Pemprov DKI akan membangun tempat untuk mereka ngetem atau buffer zone di sejumlah lokasi di Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo mengaku kebijakan dibuat agar ojol tidak bisa menerima pesanan di luar buffer zone. Sinyal yang dimaksud bukan akses internet melainkan hanya akses ojol untuk mendapatkan penumpang.
Salah satu lokasi yang akan ia terapkan adalah di transit plaza Lebak Bulus yang baru diresmikan pekan ini.
"Contohnya di Lebak Bulus kemaren itu nanti di kawasan transit plaza akan ada sinyal. Di luar itu akan ada yang mangkal dia enggak akan dapet order. Jadi semua akan diarahkan ke arah area transit plaza," ujar Syafrin di Balai Kota, Jumat (18/10/2019).
Kebijakan ini hanya berlaku di lokasi yang berpotensi transaksi ojol tinggi dan memiliki buffer zone. Namun,pelemahan sinyal ini masih dalam tahap perencanaan bersama dengan perusahaan penyedia aplikasi ojol.
"Kami harap kemarin, kami sudah minta sama Gojek untuk mengimplementasikannya. Kami siapkan di transit plaza. Saya berharap Grab juga demikian," jelasnya.
Lebih lanjut, Dishub, kata Syafrin, akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak ojol yang masih ngetem di luar buffer zone. Hal ini bertujuan agar kerja ojol tidak lagi menganggu lalu lintas.
"Paralel dengan itu sejak fasilitas ini ada, maka Dishub bersama Kepolisian akan melakukan penertiban," kata dia.
Baca Juga: Terduga Teroris yang Dibekuk Densus Kerja jadi Driver Ojol di Bandung
Berita Terkait
-
Bus Zhongtong Kembali Mengaspal, Dishub Anggap Sudah Layak
-
Dishub Minta Perusahaan Ojol Tak Cuek, Driver Melanggar Harus Disuspend
-
Keroyok Petugas karena Dilarang Parkir, Dishub Panggil Grab dan GoJek
-
Dikeroyok Ojol, Petugas Dishub Dilarikan ke RSCM dan Divisum
-
Ojol Parkir di Jalur Sepeda, Dishub DKI Bakal Patroli Tiap Tiga Jam
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final