Suara.com - Polisi mengamankan seorang pria paruh baya yang mengaku sebagai presiden terpilih dan minta untuk segera dilantik dalam Sidang Paripurna Pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pria berinisial ES itu diketahui menderita gangguan jiwa.
"Yang bersangkutan menyampaikan bahwa dirinya sudah terpilih menjadi presiden sejak bulan Agustus 2018 dan sampai saat ini belum ada pelantikan," kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (20/10/2019).
Awalnya ES dengan mengenakan peci dan membawa tas ransel warna cokelat sempat mendekati gedung pelantikan yakni gedung DPR RI. Selanjutnya, polisi mengamankan ES karena gerak geriknya yang mencurigakan.
ES bahkan meminta aparat yang berjaga untuk mengawal dirinya menuju lokasi acara pelantikan presiden dan wakil presiden ke Gedung DPR/MPR.
"Kedatangan pelaku dapat dicegah dan diamankan oleh petugas polantas yang sedang melaksanakan pengamanan di depan gedung DPR RI," ujar Argo.
Saat ini, ES telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Janji Pertama Jokowi Usai Dilantik Jadi Presiden RI 2019-2024
-
Pedagang Pasar Senen Nonton Bareng Pelantikan Presiden
-
Cara Unik Warga Jogja Rayakan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
-
LIVE STREAMING: Relawan Jokowi Berkumpul di Halaman Monas
-
Sebut Prabowo Saat Pelantikan, Bamsoet: Masih Bisa Berkuda dan Lapang Dada
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan