Suara.com - Politisi Partai Golkar Agus Gumiwang dipanggil ke Istana Kepresidenan pada Selasa (22/10/2019) siang. Pria kelahiran 3 Januari 1969 ini masuk kandidat kabinet Jokowi jilid II periode 2019-2024.
Agus Gumiwang mengatakan bahwa Presiden memberinya tugas untuk melakukan transformasi manufaktur. Pria yang menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) ini disebut-sebut bakal menjadi Menteri Perindustrian yang baru.
"Beliau memberikan tugas kepada saya yang berkaitan dengan membangun sumber daya manusia yang unggul di segala bidang dan juga beliau menugaskan kepada saya berkaitan dengan pentingnya melakukan transformasi manufaktur," kata Agus kepada wartawan usai bertemu Presiden.
Presiden juga mengingatkan kepadanya untuk bisa menciptakan suatu kondisi dimana industri kecil bisa menjadi bagian dari supply chains (rantai suplai) di industri.
Suami dari Loemongga ini mengaku belum mengetahui posisi jabatan apa yang akan diberikan kepadanya.
Agus Gumiwang berasal dari keluarga yang cukup dikenal. Ayahnya, Ginandjar Kartasasmita pernah menjabat sebagai menteri 3 kali di zaman Soeharto hingga B.J. Habibie.
Berikut profil lengkap Agus Gumiwang:
- Nama Lengkap: Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.
- Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 3 Januari 1969
- Agama: Islam
- Istri: Loemongga H. Salomons
- Anak: Ghaniya Kartasasmita, Ghaziya Kartasasmita dan Ghibran Kartasasmita
Pendidikan
- SD Pangudi Luhur 1975-1981
- SMP Pangudi Luhur 1981-1984
- SMA Kanisius 1984-1985
- Knox High School, New York 1985-1986
- Williston Northhampton High School 1986-1987
- Northeastern University 1987-1991
- Pacific Western University, Bachelor of Science Commercial 1991-1994 and Industrial Economic, California USA
- Program Pascasarjana Magister Adminitrasi Publik 2007-2009 Universitas Pasundan (UNPAS), Bandung
- Program Doktor Ilmu Pemerintahan, UNPAD, Bandung 2010-2014 Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung
Karier
Baca Juga: Profil Bos Baru Gojek Pengganti Nadiem Makarim
- Presiden Direktur PT. Agumar Eka (1994-1999)
- Anggota MPR RI (1998-1999)
- Anggota DPR RI (2009-2014 dan 2014-2019)
- Komisaris PT. Asiana Lintas Development (2012-sekarang)
- Ketua Panja RUU Intelijen Negara
- Ketua Panja RUU Perjanjian Internasional
- Ketua Pansus RUU Kamnas
- Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas MKGR (2015-2020)
- Ketua DPP Partai GOLKAR Bidang Pengabdian Masyarakat (2016-2019)
- Ketua DPP Partai Golkar Bidang Khusus (DPP Rekonsiliatif) (2016-2019)
- Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI (2017-2019)
- Menteri Sosial (2018)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Usut Korupsi 'Diskon' Pajak Rp60 Miliar
-
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
-
Usut Kasus Korupsi Haji, KPK Periksa Ketua Bidang Ekonomi PBNU
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan
-
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
-
Kemenag Buka Penerimaan Murid Baru Madrasah 2026/2027, Bisa Daftar Online
-
Gaya Gibran Saat Kunker ke Papua: Kalungkan Noken dan Disambut Tari Tifa di Biak
-
Negara Nyaris Tekor Rp60 Miliar, KPK Bongkar Skandal 'Main Mata' Petugas Pajak Jakut