Suara.com - Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor hortikultura sangat menjanjikan untuk peningkatan devisa, sekaligus kesejahteraan rakyat. Menurutnya, perlu keseriusan dan kerjasama semua pihak.
Syahrul juga menyebut, kemandirian petani perlu ditingkatkan. Perlu dihitung dari budi daya sampai dengan industri dan pasar.
"Ke depan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yang baik, semuanya akan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani," jelasnya.
Di tempat lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, pihaknya telah mempersiapkan langkah strategis sesuai arahan Mentan. Menurutnya, peningkatan nilai tambah dan daya saing akses ekspor hortikultura menjadi sebuah keniscayaan.
"Produk hortikultura yang berdaya saing, sehingga bisa berjaya di dunia internasional," kata Prihasto.
Dia menjelaskan, Kementan telah merumuskan arah pengembangan hortikultura dalam lima tahun ke depan, khususnya daya saing komoditas hortikultura.
"Kita harap, nantinya bisa menstimulus terhadap ekspor, produk berdaya saing, serta memacu peningkatan ekonomi," beber Prihasto, saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Strategi Kementerian Pertanian dalam Pembangunan Hortikultura 2020-2024", di Aula Pascasarjana Universitas Haluoleo, Minggu (4/11/2019).
Dia menambahkan, mulai 2020 mendatang pengembangan kawasan hortikultura akan dilakukan secara masif. Artinya ketika di satu daerah ada komoditas hortikultura yang potensial, maka bantuannya akan dimasifkan.
Baca Juga: Kementan dan Pemprov Sultra Kembangkan Industri Pangan Lokal
"Misalnya satu daerah punya 50 hektare kawasan buah, kemudian hasil panennya bagus, nanti kita akan perluas skalanya sampai 200 hektare. Kami berikan juga bibit unggul," cetus Prihasto.
Kementan, kata dia, siap memberikan bantuan bibit, pupuk, hingga pengendalian OPT selama 5 tahun ke depan.
"Muaranya adalah bagaimana tercipta basis-basis komoditas hortikultura yang besar dan terintegrasi. One Village One Variety. Ketika ada pasar ekspor, mempermudah memasarkan," ujarnya
Berita Terkait
-
Mentan : Sektor Perkebunan Jadi Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani
-
Kementan Targetkan Swasembada Daging Sapi Tercapai Secepatnya
-
Kementan dan Sultra Kerja Sama Jadikan Konsel Lumbung Komoditi Hortikultura
-
HPS 2019, Menteri Pertanian Ajak Semua Pihak Bangun Pertanian
-
Menteri Pertanian Tegaskan, Membangun Pertanian Tanggung Jawab Semua Pihak
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar
-
Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla
-
AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik
-
Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027
-
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
-
Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029
-
Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif
-
Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander