Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 05 November 2019 | 21:07 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi partai Gerindra, M Taufik. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - DPRD DKI Jakarta membahas anggaran pembangunan tiga waduk bersama Dinas Sumber Daya Alam (SDA). Saat di tengah pembahasan, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik marah-marah karena pembangunan waduk di dekat rumahnya tak termasuk ke dalam perencanaan untuk anggaran itu.

Waduk tersebut berlokasi di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang sudah mangkrak selama tiga tahun. Sementara Dinas SDA hanya merencanakan pembangunan waduk untuk tiga wilayah, yakni Sunter Selatan, Kampung Rambutan dan Cimanggis.

Anggaran untuk pembangunan tiga waduk itu berjumlah Rp 288 miliar. Rencana itu tercantum dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) tahun 2020.

"Waduk depan rumah saya kenapa enggak dimasukin ya (ke anggaran KUA-PPAS), itu mengganggu tuh, masa sudah tiga tahun enggak selesai," ujar Taufik saat rapat Komisi D di gedung DPRD DKI pada Selasa (5/11/2019).

Taufik mengaku, melihat langsung pembangunan waduk itu mangkrak. Bahkan, kata Taufik, lokasi tersebut tak terurus hingga hanya menjadi kubangan.

Taufik kemudian meminta pembangunannya dipercepat. Politisi Gerindra ini juga menyarankan Dinas SDA menggandeng pihak lain untuk mengurus waduk itu.

"Setiap hari saya tahu karena depan rumah saya, masa keruk-keruk terus? Akhirnya jadi kubangan saja, kepala dinas, jangan lagi swakelola," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ida mempertanyakan anggaran untuk pembangunan waduk di wilayah rumah Taufik. Namun, perwakilan Dinas SDA menjawab tidak ada.

"Anggaran Rp 288 miliar sekian ada enggak untuk salah satu perbaikan waduk depan rumah Pak Taufik?" tanya Ida.

"Enggak ada di Pondok Rangon," jawab perwakilan Dinas SDA.

Read more...