Suara.com - Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menanggpi ihwal riwayat pendidikan anggota DPR Mulan Jameela yang hanya ditulis tamat pendidikan sekolah dasar tiga tahun, sejak 1988-1991.
Indra menyebut bahwa riwayat pendidikan tersebut mengalami salah penulisan. Sehingga pendidikan SD yang seharusnya ditulis enam tahun, justru menjadi hanya tiga tahun. Kekinian, kata Indra, kesalahan tersebut sudah diperbaiki.
“Kan sudah diperbaiki,” kata Indra saat dikonfirmasi, Rabu (6/11/2019).
Ia mengatakan kesalahan penulisan tersebut juga sudah dikoreksi langsung oleh Mulan Jameela.
“Iya sudah dikoreksi datanya oleh yang bersangkutan,” ujar Indra.
Sebelumnya, Anggota DPRRI sekaligus artis Mulan Jameelakembali menuai sorotan setelah riwayat pendidikannya terungkap.
Setelah sempat kosong alias tidak tercantum, kali ini publik menemukan kejanggalan dalam riwayat pendidikanMulan yang dimuat dalam website resmi DPR.
Tak lain, kejanggalan tersebut terlihat pada tahun kelulusan wanita 40 tahun itu saat menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD).
Mengutip informasi dari laman www.dpr.go.id, Selasa (5/11/2019), Mulan Jameela atau Raden Wulansari menuliskan dirinya sempat menimba ilmu di SDN Malangbong, Garut, Jawa Barat selama tiga tahun yakni 1988-1991.
Baca Juga: Mulan Jameela Terus Berdoa Jelang Kebebasan Ahmad Dhani
Masa pendidikan selama tiga tahun itulah yang menjadi sorotan. Pasalnya, sewajarnya pendidikan tingkat SD diselesaikan selama enam tahun. Sementara, untuk jejang pendidikan Mulan Jameela selanjutnya terbilang wajar.
Setelah lulus SD, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri Malangbong (1991-1994) lalu ke SMU Negeri 1 Malangbong (1994-1997).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG