Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan bertolak ke Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019) hari ini. Ma'ruf direncanakan akan meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon.
Wapres Ma'ruf Amin ditemani oleh istri, Wury Ma'ruf Amin beserta rombongan akan berangkat dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI AU dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma ke Pangkalan Udara TNI AU Adi Sutjipto.
Setibanya di sana Ma'ruf beserta rombongan langsung disambut oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta beserta Ibu Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam X dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah itu, Ma'ruf diperkirakan akan tiba di RSU Syubbanul Wathon pada pukul 09.50. Wapres akan disambut oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Magelang dan Pimpinan Yayasan Syubbanul Wathon.
RSU Syubbanul Wathon sendiri merupakan rumah sakit kemitraan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yayasan Syubbanul Wathon dan Lippo Group. Rumah sakit tersebut berada di daerah Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Selain meresmikan RSU Syubbanul Wathon, Wapres juga dijadwalkan akan mendatangi asrama Perguruan Islam di Jalan Magelang Salatiga, Tegalrejo, Magelang. Di sana Ma'ruf akan bersilahturahmi bersama para kyai.
Kemudian Wapres beranjak ke Pondok Pesantren Darussalam yang terletak di Jalan Watucongol, Muntilan, Magelang untuk bersilaturahmi dengan K.H. Aly Qoishor pada pukul 13.25 WIB.
Sebelum kembali ke Jakarta, Ma'ruf Amin terlebih dulu membesuk Buya Yunahar Ilyas yang sedang dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Usai menjenguk, Wapres beserta rombongan kembali ke Jakarta pada pukul 15.45 WIB.
Untuk kunjungan kerja kali ini, Ma'ruf Amin ditemani oleh Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto.
Baca Juga: Usai Temui Wapres Ma'ruf, APINDO: Masih Ada Regulasi yang Hambat Investasi
Berita Terkait
-
Usai Temui Wapres Ma'ruf, APINDO: Masih Ada Regulasi yang Hambat Investasi
-
Temui Wapres Ma'ruf Amin, Menlu Jelaskan Soal Politik Luar Negeri
-
Datangi Kantor Wapres, KY Minta Didukung Penuh Maruf Amin
-
Maruf Amin Minta Publik Terima Sofyan Basir Dibebaskan Tipikor
-
Wujudkan Visi Jokowi, Kemendagri akan Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025