Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan mesti adanya antisipasi dan kewaspadaan terhadap virus diskonten di Indonesia. Virus diskonten itu dinilainya mampu mengganggu kestabilan negara.
Ma'ruf menjelaskan, virus diskonten sebagai virus ketidakpuasan masyarakat yang bisa memicu ketidakstabilan nasional. Ia mencontohkan dengan kondisi di Chili saat ini di mana masyarakat setempat melakukan protes karena adanya kenaikan harga transportasi umum.
Namun tak disangka, protes masyarakat tersebut berubah menjadi gelombang massa hingga menimbulkan bentrok dengan aparat keamanan setempat hingga Presiden Chile memutuskan keadaan darurat di ibu kota, Santiago.
"Bahkan ketika terjadi reshfulle kabinet itu juga tidak menyelesaikan masalah, bahkan tadinya tanggal 11 besok saya diminta presiden untuk mengikuti sidang di Chile, APEC, ternyata sidang APEC-nya ditunda," kata Ma'ruf dalam acara Seminar Sekolah Sespimti Polri di The Tribata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).
Ma'ruf juga mencontohkan dengan kondisi yang terjadi di Hong Kong. Masyarakat Hong Kong melakukan aksi unjuk rasa selama berminggu-minggu karena menentang Rancangan Undang-undang Ektradisi. Bentrok dengan aparat keamanan yang tak berkesudahan membuat kehidupan ekonomi di Hong Kong pun sempat lumpuh.
Ia juga turut mencontohkan dengan yang terjadi di Libanon. Kata Ma'ruf, di sana pun tengah mengalami virus diskonten di mana masyarakat setempat menentang soal kebijakan perpajakan dan korupsi. Meskipun Perdana Menteri Libanon Saad Hariri telah mengundurkan diri akibat protes keras dari masyarakat, nyatanya hingga saat ini gelombang massa pun tetap hadir dan melumpuhkan negara tersebut.
Dari contoh yang sudah dijelaskannya, Ma'ruf meminta Indonesia bisa lebih waspada dengan adanya virus diskonten tersebut. Karena kalau tidak dicegah, maka kestabilan negara pun akan mendapatkan dampaknya.
"Sehingga kita bisa menjaga stabilitas bangsa dan negara yang mudah-mudahan bisa mencapai Indonesia maju, Indonesia yang lebih sejahtera, Indonesia yang memberikan keamanan dan kenyamanan," kata dia.
Baca Juga: Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju
Berita Terkait
-
Wapres Maruf: Khilafah Tertolak di Indonesia Karena Sudah NKRI
-
Wapres Maruf Yakin Ada Penerus Gus Dur dari Kalangan Santri
-
Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju
-
Wapres Ma'ruf Jenguk Waketum MUI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
-
Ma'ruf Amin: Sekarang Santri Jadi Wapres, Nanti Santri Harus Jadi Presiden
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar