Suara.com - Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak imbauan yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengenai salam pembuka.
Menurut Lukman Hakim Saifuddin, mengucap salam bukan ibadah khusus yang ditentukan sarat dan rukunnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Lukman melalui akun Twitter miliknya @lukmansaifuddin. Lukman menilai bahwa mengucapkan salam adalah bentuk ibadah umum, bukan khusus.
"Mengucap salam adalah bentuk doa yang merupakan ibadah umum, bukan ibadah khusus (mahdlah) yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya," kata Lukman seperti dikutip Suara.com, Senin (11/11/2019).
Lukman menjelaskan, Islam merupakan agama yang menebarkan rahmat bagi semesta. Bahkan, seorang muslim diperbolehkan mendoakan kebaikan salah satunya melalui salam meski kepada orang yang berbeda agama.
"Islam adalah agama yang menebarkan rahmat bagi segenap semesta. Seorang muslim boleh mendoakan kebaikan bagi sesama saudaranya, meski berbeda agama," jelas Lukman.
Cuitan Lukman tersebut mendapat respons dari dosen New York University Ismail Fajrie Alatas.
Suami dari ketua DPP PSI Tsamara Amany ini sepakat dengan pendapat Lukman dan berharap agar tidak mengesampingkan kepentingan yang lebih substantif.
"Sepakat dengan pandangan Gus @lukmansaifuddin. Ini penting sekali untuk dipahami dan disadari. Jangan sampai kita tersebut dalam formalisme sehingga mengesampingkan maslahat yang lebih substantif," pungkasnya.
Baca Juga: Ruhut Sitompul Berkicau Parpol Main Dua Kaki, Gertak Nasdem?
Sebelumnya, MUI Jatim mengimbau para pejabat untuk tidak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Sebab, salam ini justru bukan sebagai wujud toleransi.
Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori bahkan menyebutkan, pluralisme memang dianjurkan namun pluralisme agama dengan pengucapan salam pembuka semua agama itu merupakan hal yang keliru.
Shomad menyatakan wujud pluralisme dan kerukunan bisa dilakukan dengan hal lain. Namun bukan dengan menggunakan salam dengan berbagai agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru
-
Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!