Suara.com - Puluhan mahasiswa dari Front Mahasiswa Bersatu (FMB) menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019) siang. Aksi itu digelar saat sidang praperadilan Aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta Ginting dan 5 mahasiswa Papua digelar.
Juru bicara FMB Suarbudaya Rahadian mengatakan aksi damai ini dilakukan di depan PN Jaksel untuk mengawal sidang praperadilan atas penetapan tersangka Surya dan 5 mahasiswa Papua yang dinilai melanggar prosedur di KUHP.
"Kami ingin memperkuat solidaritas di seluruh elemen gerakan rakyat dan mengawal seluruh permasalahan rakyat sampai menang, terutama kasus Surya Anta dan kawan-kawan," kata Suarbudaya di depan PN Jaksel, Senin (11/11/2019).
Mereka merasa negara telah bertindak represif seperti di era orde baru yang mengancam demokrasi saat ini.
"Dari rangkaian represifitas negara melalui aparatnya, makin jelas menunjukkan bahwa watak Orde Baru itu kian dekat dan mengancam demokrasi hari ini," tegas Suar.
Aksi tersebut tak hanya merupakan solidaritas kepada Surya Anta dan lima mahasiswa Papua, tapi juga kepada tiga mahasiswa IISIP yang dikriminalisasi dan lima mahasiswa dan pelajar yang tewas akibat aksi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu.
FMB sendiri merupakan gabungan aliansi mahasiswa dari Universitas Bung Karno, IISIP, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, Perbanas, UNINDRA, Universitas Gunadarma, Universitas Tama Jagakarsa, dan GPPI UIN Jakarta.
Berita Terkait
-
Polisi Mangkir, Sidang Praperadilan Aktivis Papua Surya Anta Cs Ditunda
-
Tahanan Politik Papua Surya Anta Cs Jalani Sidang Praperadilan Pagi Ini
-
Mahasiswa Papua Terancam Sakit Jiwa karena Idap Halusinasi di Penjara
-
Tahanan Politik Papua Surya Anta Cs Ajukan Praperadilan
-
Pengacara Minta Surya Anta Dipindah dari Sel Isolasi, Ini Respons Polisi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik