News / Nasional
Senin, 11 November 2019 | 16:32 WIB
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin dan Wakil Dubes Naomi Kyriacopoulos menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta pada Senin (11/11/2019). [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin dan Wakil Dubes Naomi Kyriacopoulos menemui Wakil Presiden Maruf Amin. Dalam pertemuan tersebut keduanya membicarakan segala aspek soal kerja sama antar kedua negara dari pendidikan hingga terorisme.

Jonathan menjelaskan, banyak kerja sama yang dibangun antara Indonesia dengan Selandia Baru, salah satunya pengembangan energi geotermal. Selandia Baru memberikan beasiswa kepada Pemuda Indonesia berupa pelatihan untuk membantu pengembangan tersebut.

"Membantu dalam pelatihan misalnya bagi 60 pemuda Indonesia yang meraih beasiswa ke Selandia Baru tahun ini," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Senin (11/11/2019).

Selain itu, Jonathan tidak menutupi kalau Indonesia dan Selandia Baru disibukkan dengan adanya terorisme di negara masing-masing. Tentunya dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas solusi untuk menghilangkan pemikiran radikalisme.

"Kedua negara pernah mengalami serangan teror dan kami membahas tentang bagaimana menangani paham radikalisasi dan ekstrimis," ujarnya.

"Kami juga berbicara tentang terkadang ada saja orang-orang yang ingin memisahkan kita kedalam perbedaan diantara kita dan kita hanya manusia. Sebagai makhluk hidup yang dihadapkan terhadap berbagai ideologi yang mungkin kita pahami," sambungnya.

Jonathan melanjutkan masih banyak sektor-sektor yang dibahas untuk bisa menjalin kerja sama. Semisal soal pariwisata bahkan hingga pendidikan. Selandia Baru dikatakannya sangat senang membantu Indonesia dari sektor pendidikan.

Oleh karena itu Selandia Baru selalu menyediakan akses pertukaran pelajar dengan Indonesia.

"Kami juga membahas mengenai pertukaran pelajar, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia disektor pendidikan. Ada 200 pemuda Indonesia studi di Selandia Baru," katanya.

Baca Juga: Jenguk ke RS, Walkot Jogja Sebut Yunahar Ilyas Calon Pengganti Maruf Amin

Load More