Suara.com - Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Hanif Alatas mengungkapkan mertuanya dicekal dua kali untuk keluar Arab Saudi atau pulang ke Indonesia.
Menurut Hanif, Habib Rizieq telah berusaha tiga kali untuk kembali ke Indonesia sebelum 20 Juli 2018. Namun, usaha tersebut tidak berhasil karena dicekal di imigrasi Arab Saudi berdasarkan permintaan cekal oleh Pemerintah Indonesia.
Hanif mengungkapkan Rizieq sebenarnya ingin meninggalkan Arab Saudi pada tanggal 8, 12, dan 19 Juli 2018. Dari ketiga itu, usaha Rizieq tidak membuahkan hasil hingga masa tinggalnya di Arab Saudi habis pada 20 Juli 2018.
"Sebelum 20 Juli 2018 itu sempat tiga kali ingin keluar dari Saudi Arabia, meninggalkan Saudi Arabia, untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tiga kali dia melakukan percobaan berangkat. Yang pertama tanggal 8 Juli 2018, ternyata gagal karena dicekal. Enggak bisa beliau keluar," jelasnya.
Setelah ditelisik, Keluarga Rizieq mendapatkan kabar pencekalan tersebut dari pihak Kerajaan Arab Saudi.
"Berdasarkan keterangan dari beliau (Habib Rizieq) begitu. Ada pihak-pihak dari negeri anda untuk dicekal," tutur Hanif.
Hanif mengungkapkan pencekalan pertama terjadi pada 15 Juni 2019 bertepatan dengan pemberian SP3 kasus chat mesum dengan Firza Husein.
"Pencekalan pertama tanggal 1 Syawal tepat dengan beliau mengumumkan SP3 kasus fitnah chat, yaitu 15 juni 2018 dengan nomor perintah 68447," jelas Hanif.
Setelah itu terjadi pencekalan lagi pada 7 Desember 2018 setelah pelaksanaan reuni 212. Pencekalan tersebut, Hanif mengungkapkan, karena faktor keamanan.
Baca Juga: Klaim Habib Rizieq Dicekal Pulang ke Indonesia, FPI: Pelanggaran HAM Serius
"Setelah reuni akbar 212 dicekal lagi untuk kedua kalinya. kemudian dengan nomor perintah pencekalan 26138,", ungkapnya.
Dia mengungkapkan dalam surat tersebut dijelaskan, alasan pencekalan oleh Pemerintah Indonesia adalah alasan keamanan.
Untuk diketahui, Rizieq Shihab sempat mengunjungi Maroko dan Turki sekitar April 2018. Dalam kunjungan tersebut, Rizieq bertemu dengan para aktivis Palestina dan membahas sejumlah hal.
Sementara saat di Turki, Rizieq menghadiri Multaqo Internasional Al Quds Amanty di Istanbul.
Berita Terkait
-
Klaim Habib Rizieq Dicekal Pulang ke Indonesia, FPI: Pelanggaran HAM Serius
-
FPI: Ucapan Mahfud MD Perkuat Bukti Habib Rizieq Dicekal Penguasa
-
Imigrasi Belum Terima Surat Pencekalan Habib Rizieq
-
Ingin Hadiri Reuni 212 Alasan Rizieq Shihab Ingin Pulang ke Indonesia
-
Habib Rizieq Klaim Dicekal di Saudi Karena Permintaan Pemerintah Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat