Suara.com - Ketua fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menyamakan penyelenggaraan Formula E tahun 2020 dengan pembangunan Monumen Nasional (Monas) di zaman Soekarno.
Hal ini disampaikannya saat hadir dalam acara Q&A episode "Anggota Dewan Media Sosial" yang tayang pada Minggu (10/11/2019) malam di Metro TV.
Awalnya pegiat media sosial Eko Kunthadi yang hadir sebagai panelis di acara tersebut meminta tanggapan Wibi Andrino terkait event Formula E dengan anggaran nyaris Rp 1 triliun.
"Ini kan banyak banget item anggaran kemarin yang beredar di publik, tapi ada satu yang kayaknya sudah menjadi hal yang agak fix, misalnya rencana balapan formula E. Saya pengen minta tanggapan mas Wibi," ucap Eko.
Eko juga berpendapat bahwa anggaran pelaksanaan Formula E sebesar itu bisa dipakai untuk membantu defisit anggaran di kegiatan lainnya.
"Bagaimana ini kan besar banget Rp 1 triliun lho, itu bisa membangun berapa banyak rumah susun itu. Kemarin anggaran sungai itu anggarannya defisit, enggak bisa diteruskan nah ini 1 triliun cuma untuk event beberapa hari," tanya Eko.
Ketua fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino kemudian menjelaskan bahwa anggaran event Formula E 2020 sebesar Rp 1 triliun itu bersumber dari beberapa pihak.
"Itu tidak murni Rp 1 triliun karena ada swasta juga di situ, ada BUMD," kata Wibi.
Politisi yang berusia 33 tahun ini menambahkan, "Tapi mas jangan lupa sejarah ketika Soekarno membangun Monas, gimana kondisi bangsa ini?"
Baca Juga: Bekasi Tetap Pakai Ormas Tarik Duit Parkir Minimarket, Tapi Diseleksi Ketat
Eko pun membalas, "Ya sampai sekarang Monas masih ada".
Wibi kemudian melanjutkan argumennya. Ia setuju bahwa event Formula E itu hanya proyek 'kembang api', tapi Jakarta membutuhkannya.
"Itu proyek satu hari lah, proyek kembang api, meledak indah di atas di bawah mungkin enggak terbakar. Tapi Jakarta ini belum pernah saya lihat satu event yang luar biasa bahkan kita enggak ada Formula 1, kita enggak ada MotoGP," kata Wibi.
"Harus ada satu yang berbeda yang dilakukan, memang harus ada," imbuhnya.
Sementara itu William Aditya Sarana dari anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta fraksi PAN Zita Anjani punya pendapat yang berbeda dengan Wibi.
"Kami fraksi PSI tidak setuju dengan Formula E, kenapa alasannya? Karena itu sampai Rp 1 triliun di Komisi C dan kami mengalami defisit anggaran," William mengatakan pendapatnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget