Suara.com - Momen rangkulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjadi sorotan setelah sebelumnya mereka saling sindir.
Sementara itu, polemik pencekalan pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab terus diperdebatkan. Kekinian Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan kesempatan bertemu dengan Dubes Arab Saudi.
Berikut 5 berita populer Suara.com yang dihimpun Selasa (12/11/2019) kemarin.
- Jokowi Ungkap Makna Rangkulan Mesra dengan Surya Paloh
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap makna di balik momen keakraban antara ia dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman di HUT Partai NasDem ke-8, Senin (11/11/2019) malam. Dalam acara itu, Jokowi merangkul dan bersalaman dengan Surya Paloh dan Sohibul Iman.
Momen keakraban antara Jokowi dengan Sohibul Iman menjadi perbincangan publik, sebab Sohibul merupakan oposisi pemerintah. Momen tersebut diunggah melalui akun Instagram miliknya.
- Prabowo Tak Bahas Kasus Habib Rizieq saat Bertemu Dubes Arab Saudi
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak membahas secara spesifik isu pencekalan Rizieq Shihab saat bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).
Prabowo hanya membahas isu pertahanan saat bertemu Esam. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Sosial-Ekonomi dan Hubungan antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Baca Juga: Erix Perekam Perempuan di Kamar Ganti, Sudah Setahun Bekerja
- Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Surat Cekal yang Diklaim Habib Rizieq
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menantang pentolan FPI Rizieq Shihab untuk memperlihatkan surat pencekalan yang sempat diklaim dalam video YouTube FrontTV.
"Kalau dia punya bukti surat dicekal oleh pemerintah Indonesia, antarkan ke saya, entah aslinya, entah fotokopian," ujar Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11/2019).
- Kritik Polisi Hong Kong, Ibu Hamil Dikeroyok dan Disemprot Cairan Merica
Aktivis prodemokrasi Joshua Wong dan Agnes Chow Ting mengunggah video yang memperlihatkan polisi melakukan serangan kepada ibu hamil.
Agnes Chow Ting adalah yang pertama kali mengunggah video tersebut pada Selasa (12/11/2019) siang ke akun Twitter pribadinya @chowtingagnes. Lalu Joshua Wong baru mengunggahnya ke akun Twitter @joshuawongcf satu jam kemudian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'