Suara.com - Dilaksanakan oleh Departemen Pariwisata Busan (Busan Tourism Organization), Pemerintah Korea Selatan (Republic of Korea, RoK) menggelar ASEAN - RoK Food Festival, dalam rangka menyambut perayaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN - Korea Selatan.
"ASEAN - Republik of Korea (RoK) Street Food Festival ini digelar untuk memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengetahui budaya dan mencicipi beragam makanan otentik dari 10 negara di ASEAN," jelas Chung Hee Joon, CEO of Busan Tourism Organization, beberapa waktu lalu, demikian dikutip dari kantor berita Antara.
Adapun pelaksanaannya, ASEAN Food Festival digelar di Norimaru, Jeonpodong, Busan, Korea Selatan mulai pekan lalu (15-27/11/2019). Zona utama dari festival ini adalah 10 warung makan pop-up yang menjual jajanan kaki lima otentik dari 10 negara ASEAN.
Untuk hidangan Indonesia, diwakili warung makan pop-up "Rindu Kampoeng" yang menyediakan nasi goreng dan bakmi goreng khas Indonesia. Pemilik restoran ini adalah Helda, seorang WNI asal Karawang, Jawa Barat yang sudah lima tahun berdomisili di Busan.
"Setiap hari sejak dibuka saya membawa 400 porsi, Alhamdulillah laris. Warga Korea tampaknya suka dengan nasi goreng Indonesia karena bumbunya yang berbeda," ujar Helda.
Selain itu ada juga zona fusion, di mana terdapat enam truk makanan yang menjual "makanan kolaborasi" antara Korea Selatan dengan ASEAN.
Salah satu "makanan kolaborasi" atau fusion yang cukup digemari adalah sate ayam, hasil kolaborasi bumbu Indonesia dengan Korea Selatan. Bila sate ayam di Indonesia biasanya menggunakan bumbu kacang, kali ini disajikan dengan bumbu bulgogi yang manis dan gurih.
Selain menyajikan makanan, festival ini juga menampilkan berbagai barang dan produk yang berasal dari wilayah ASEAN, sampai Pasar Loak ASEAN.
Pengunjung bisa memasuki tempat festival secara gratis, NAMUN harus membeli tiket terpisah yang digunakan sebagai voucher untuk membeli makanan dari warung pop-up makanan.
Baca Juga: LA AutoMobility 2019: Hyundai Pamerkan KBL Hyundai Vision T
Tiket ini hanya dapat digunakan di toko pop-up makanan, sedangkan layanan dan acara lainnya, seperti truk makanan dan pasar loak, menerima uang tunai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun
-
Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!
-
Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata
-
Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!
-
Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan
-
KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
-
Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi