Suara.com - Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah pendemo atau pemrotes saat mereka berusaha keluar menyelamatkan diri dari sebuah kampus yang terkepung pada Senin (18/11/2019).
Pada saat yang sama, ratusan lagi pengunjuk rasa prodemokrasi bertahan di dalam kampus dengan bersenjatakan bom bensin serta jenis-jenis senjata lainnya. Para aktivis itu bersiaga menghadapi kemungkinan serangan yang ditujukan untuk mengusir mereka.
Bentrokan berdarah antara pasukan keamanan dan para pegiat di Polytechnic University itu memasuki hari kedua setelah malam sebelumnya diwarnai kerusuhan. Pada malam itu, satu van kepolisian dibakar dan satu polisi terkena panah.
Sebanyak 38 orang cedera pada Sabtu malam (16/11), kata pengelola rumah sakit di kota itu. Beberapa saksi mata kepada Reuters mengaku melihat beberapa pemrotes menderita luka bakar akibat bahan kimia yang terkandung di dalam air yang disemprotkan dari meriam air polisi.
"Ingat, nyawa ada di tangan kalian. Mengapa kalian berusaha membuat kami mati?" demikian teriakan seseorang ke arah polisi dari atap kampus sementara pemrotes yang memakai masker gas dan memegang payung mencari jalan untuk meloloskan diri dari kampus itu.
Polisi menangkap puluhan pemrotes di dekat universitas pada Senin pagi, demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik, RTHK.
Polisi memperingatkan pihaknya siap menggunakan peluru tajam jika "perusuh" terus menggunakan senjata mematikan.
Peringatan itu dikeluarkan di tengah peningkatan dramatis kerusuhan --yang telah menjerumuskan pusat keuangan Asia tersebut ke dalam kekacauan selama hampir enam bulan.
Para demonstran, yang marah pada apa yang mereka pandang sebagai campur tangan China di bekas koloni Inggris itu, mengatakan mereka menanggapi penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh polisi.
"Pemrotes itu bereaksi terhadap polisi," kata Joris (23), seorang insinyur sipil yang seperti yang lain tidak menyebutkan nama lengkap mereka. "Kami belum melawan sekuat yang kami bisa. Saya harus siap masuk penjara. Kami berjuang buat Hong Kong."
Baca Juga: Jurnalis Indonesia Ditembak Polisi saat Liput Demo Hong Kong
Di tempat lain di wilayah semi-otonomi tersebut pada Senin, polisi antihuru-hara tiba di kawasan niaga Nathan Road, tempat pemrotes berpakaian hitam sebelumnya turun ke jalan sebelum fajar. Banyak di antaranya pemrotes membawa bom bensin. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Top 5 Olahraga: Petinju RI Juara Dunia, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong
-
5 Berita Olahraga Pilihan: Dua Petinju Indonesia Jadi Juara Dunia
-
Kalah di Final Hong Kong Open 2019, Anthony: Saya Marah, Wasit Tidak Fair
-
Paceklik Gelar Anthony Berlanjut, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong Open
-
Jadi Runner-up Hong Kong Open 2019, Hendra / Ahsan Terganjal Fisik
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi