Suara.com - Bukannya memberikan kasih sayang, seorang perempuan berinisial MMW alias Meyti (35) malah menganiaya dua anak kandungnya yang masih kecil.
Ibu rumah tangga itu nekat mengikat dua anaknya yang masih berusia 7 tahun dan 9 tahun itu lantaran tak terima dengan pernyataaan suami yang menuduhnya telah berselingkuh. Bahkan, setelah mengikat dua buah hatinya di rumah, Meyti lalu menggelar pesta minuman keras dengan rekan-rekannya.
Seperti dikutip Zonautara.com--jaringan Suara.com, Senin (19/11/2019), kasus ini terbongkar setelah Meyti membagikan foto peristiwa itu kepada suaminya yang sedang berada di luar daerah.
Dari bukti tersebut, Meyti pun lalu dilaporkan suaminya ke polisi. Polres Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan.
“Saat ini pelapor berada di Toraja Provinsi Sulawesi Selatan karena sedang bekerja. Pelapor mengetahui perbuatan pelaku melalui foto yang dikirimkan pelaku kepada pelapor via aplikasi messanger Facebook,” kata Watung.
Polisi kemudian meringkus Meyti yang sedang dalam kondisi mabuk di rumahnya, Minggu (17/11/2019) malam. Petugas juga menemukan dua anak yang menjadi korban penganiayaan.
Saat diinterogasi, kata Watung pelaku mengakui, telah melakukan penganiayaan, yakni dengan cara mengikat kedua tangan dan kaki anaknya. Tindakan itu dilakukan karena pelaku emosi ketika dituduh berselingkuh oleh suaminya.
"Pelaku telah diamankan di Mapolres Tomohon," katanya.
Baca Juga: Aniaya Pemotor di Bantul, Pengendara Vixion ini Jadi 'Buronan' Wong Jogja
Berita Terkait
-
Miris, Bayi 5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Kandung di Ngawi
-
Gara-gara Tak Mau Tidur, Balita Digebuki Ayah Kandung hingga Babak Belur
-
Aniaya Balita 2 Tahun, Ayah di Pontianak Terancam 3,5 Tahun Penjara
-
Ditaruh Ayah Tiri di Atas Kompor, Balita Agnes Tewas hingga Ususnya Robek
-
Kemenlu Tangani Kasus Tiga Setia Gara Jadi Korban KDRT di Amerika
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan