Suara.com - Budayawan Sudjiwo Tedjo menyoroti tulisan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayan yang tampak redup pada salah satu hurufnya.
Melalui jejaring Twitter pribadinya, Sudjiwo Tedjo membagikan foto gedung Kemendikbud di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, saat malam hari tepatnya pada 21 November 2019.
Dalam foto itu, tampak abjad "E" pertama dalam tulisan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terpasang di bagian atas gedung tampak redup. Sementara huruf lainnya menyala hingga menarik perhatian Sudjiwo Tedjo.
Menurut pria kelahiran Jember, 31 Agustus 1962 itu, tulisan tersebut harus segera diperbaiki.
Dia lantas memberikan sentilan kepada Kemdikbud dengan mengaitkan hal itu dengan sistem pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
"Huruf "E" pertama mati pada gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 21 Nov 2019 seputar waktu postingan ini. Walau merawat begini aja nggak sanggup, semoga masih sanggup merawat pendidikan dan kebudayaan di Nusantara," cuit Sudjiwo Tedjo, Kamis (21/11/2019).
Seketika cuitan Sudjiwo Tedjo tersebut memantik respons warganet. Sejak diunggah, unggahan itu mendapat 202 retweets dan 356 likes.
Sementara itu, warganet pun turut menanggapi unggahan Sudjiwo Tedjo dengan memberikan komentar seperti ini.
"Yang merawat pendidikan dan kebudayaan di Nusantara sama yang merawat lampu tersebut kan beda mbah @sudjiwotedjo," cuit @Adithgayugraha.
Baca Juga: Dubes Jepang Temui Menkopolhukam Mahfud MD
"Maaf mbah, lampu huruf mati adalah tanggung jawab daripada yang mana namanya Menteri Penerangan," celoteh @vanlith_gl.
"Ini masalah serius. perlu pencerahan segera," kata @tq_gayuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar