Suara.com - Setara Institute menyebut provinsi Jawa Barat sebagai wilayah paling intoleran selama 12 tahun terakhir. Setidaknya, Setara Institute menemukan ada 629 peristiwa berkaitan dengan pelangggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Bumi Pasundan tersebut.
Direktur Riset Setara Institute Halili Hasan mengungkapkan, tingginya angka pelangggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Jawa Barat erat kaitannya dengan beragam kasus persekusi yang dilakukan oleh aktor lokal.
"Di Jawa Barat yang intoleran tinggi sekali. Begitu banyak aktor lokal yang secara terus-menerus melakukan persekusi atas minoritas," kata Halili dalam diskusi bertajuk 'Pemajuan Toleransi di Daerah Input untuk Menag dan Mendagri' di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).
Berkenaan dengan itu, Halili pun memaparkan berdasar hasil riset Setara Institute ada 629 pelangggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Jawa Barat. Kemudian disusul provinsi DKI Jakarta dengan 291 pelangggaran dan provinsi Jawa Timur 270 pelangggaran.
"Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur adalah 3 daerah tertinggi dari kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia selama 12 tahun terakhir," ungkapnya.
Sementara, Halili menuturkan komposisi 10 provinsi dengan peristiwa tertinggi terkait pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan mengalami sedikit perubahan dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini. Meskipun, Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta masih berada pada urutan teratas.
"Dalam lima tahun terakhir, lima teratas enggak berubah tapi DIY masuk, Banten naik dan Sumatera Utara turun. NTB keluar dari 10 besar, ini membuktikan bahwa dalam lima tahun terakhir sebenarnya ada perbaikan dari berbagai visi," tuturnya.
Berikut 10 provinsi dengan angka pelangggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan tertinggi dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini di era pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi berdasar hasil riset Setara Institute:
- Jawa Barat 162 peristiwa
- DKI Jakarta 113 peristiwa
- Jawa Timur 98 peristiwa
- Jawa Tengah 66 peristiwa
- Aceh 65 peristiwa
- Daerah Istimewa Yogyakarta 37 peristiwa
- Banten 36 peristiwa
- Sumatera Utara 28 peristiwa
- Sulawesi Selatan 27 peristiwa
- Sumatera Barat 23 peristiwa
Baca Juga: Gejala Intoleransi Menguat Pada Periode Kedua di Awal Kepemimpinan Jokowi
Berita Terkait
-
Tempat Ibadah di Mangir Lor Tak Perlu Izin, Gemayomi Jelaskan Alasannya
-
Menag Fachrul Razi: Banyak Masyarakat Mencari Tuhan di Internet
-
Tolak Disebut Intoleran Soal Odalan, Warga Sendangsari: Tak Ada Kula Nuwun
-
Pelanggaran Kebebasan Beragama Terbanyak di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil
-
Gejala Intoleransi Menguat Pada Periode Kedua di Awal Kepemimpinan Jokowi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa