Suara.com - Ahli ekonomi dan cendekiawan Emil Salim menyinggung perihal posisi partai dalam kabinet kerja pemerintahan. Sama halnya seperti BUMN, seharusnya anggota kabinet harus keluar dari partai politik.
Hal tersebut disampaikan oleh Emil melalui akun Twitter miliknya @emilsalim2010. Awalnya, Emil Salim mencontohkan anggota komisaris hingga direksi BUMN yang tak boleh terlibat dalam partai politik.
"Anggota Komisaris dan Direksi BUMN harus keluar dari Partai Politik untuk menghindari perbenturan kepentingan partai dengan fungsinya dalam BUMN," cuit Emil seperti dikutip Suara.com, Senin (25/11/2019).
Dengan adanya aturan tersebut, menurut Emil, seharusnya aturan tersebut juga berlaku untuk para anggota kabinet kerja.
Pasalnya, para anggota kabinet juga harus menjaga loyalitas dalam menjalankan tugasnya untuk negara. Tidak berada di bawah kendali partai politiknya.
"Suatu logika yang seyogianya juga berlaku bagi anggota kabinet yang loyalitas kepada Negara harus diatas Partai," ungkapnya.
Namun, hal itu justru tidak terjadi. Para anggota kabinet masih tergabung dalam partai politik, bahkan mereka memiliki jabatan strategis di partai.
Salah satunya adalah Menteri Perindustrian yang kini menjadi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Baca Juga: Apresiasi Buat Konsumen, PT HPM Bingkiskan Honda Day
Berita Terkait
-
Survei IPO: Optimisme Kinerja Kabinet Jokowi di Bawah 65 Persen
-
Agus Rahardjo Cs Gugat UU Baru KPK ke MK, Begini Respons Istana
-
Jokowi Minta Menteri Contoh Regulasi di AS: Tolong Nanti Dikaji Lagi
-
Pagi-pagi 4 Menteri Jokowi Ngecor Beton LRT Jabodebek
-
Rocky Gerung: Saya Terkejut Pak Luhut Kembali Masuk Kabinet
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Penuhi Panggilan KPK, Ustaz Khalid Basalamah: Saya Tidak Kenal Pihak yang Terlibat Korupsi Haji
-
Kepergok Hendak Bobol Warung Sembako, Pencuri Dihajar Warga hingga Cium Aspal
-
Menangis di Sidang Chromebook, Ibrahim Arief Merasa Dikriminalisasi: Apa Dosa Saya?
-
Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi
-
Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar