Dwi Bowo Raharjo
Rabu, 27 November 2019 | 11:14 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi tidak mempersoalkan penyelenggaraan Reuni Akbar 212 yang bakal berlangsung pada 2 Desember 2019 di kawasan Monas, Jakarta. Zainut menyebut reuni tersebut boleh dilakukan karena tidak ada anjuran sekaligus tidak ada larangan.

"Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Zainut menuturkan, sesuatu yang mubah atau boleh bisa menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika kegiatan tersebut diisi dengan hal kebaikan. Misalnya kata dia, menganjurkan persatuan, persaudaraan, cinta Tanah Air dan menganjurkan untuk menaati hukum atau peraturan.

Meski demikian, ia menyebut jika reuni tersebut diisi dengan kegiatan yang tidak baik bisa menimbulkan dosa. Contohnya seperti melakukan provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian dan mengadu domba.

"Saya yakin Reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan," katanya.

Zainut yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia mengatakan saat ini bangsa Indonesia membutuhkan suasana yang aman, sejuk, damai dan kondusif.

Suasana tersebut, kata dia, penting setelah hampir satu tahun mengalami keretakan dan gesekan sosial akibat perbedaan pilihan politik selama masa Pilpres 2019 berlangsung.

Dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, pemilihan umum sempat membuat hubungan antarwarga masyarakat masih diliputi suasana kaku, tegang dan penuh dengan kecurigaan.

"Untuk hal tersebut semua pihak khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya ikut terlibat aktif merajut kembali persaudaraan kebangsaan dan membantu menciptakan situasi yang kondusif," kata dia.

Dengan begitu, kata Zainut, kehidupan masyarakat kembali normal, cair dan tidak ada ketegangan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. (Antara)

Komentar