Suara.com - Ibu Kota Indonesia, Jakarta masuk dalam daftar kota paling tidak aman di dunia. Jakarta dinilai masih banyak kriminalitas.
Namun keamanan Jakarta masih lebih baik dibanding Kuala Lumpur, Petaling Jaya dan Johor Bahru. Ketiga kota itu ada di Malaysia. Jakarta lebih aman dari dari sisi tingkat kriminalitas dan perasaan aman warganya.
Indeks yang dikeluarkan oleh Numbeo, sebuah data base yang mendapatkan data dari pengguna langsung membuat peringkat kota-kota di dunia berdasarkan statistik mengenai tingkat kejahatan, layanan kesehatan, polusi biaya hidup, dan indikator sosial lainnya.
Dalam peringkat soal kriminalitas, Jakarta berada di peringkat ke-92 dengan indeks kriminalitas 54.26, sementara kota Indonesia lainnya Bali berada di peringkat 133 dengan indeks kriminalitas 47.66.
Semakin rendah peringkat sebuah kota semakin menunjukkan bahwa kota tersebut dianggap lebih aman. Tiga kota di Malaysia Kuala Lumpur, Petaling Jaya dan Johor Bahru memiliki peringkat yang lebih tingi sehingga dianggap lebih berbahaya.
Kuala Lumpur yang pernah menjadi ibukota Malaysia namun sekarang masih menjadi pusat bisnis berada di peringkat 34, dengan indeks 66.21, Petaling Jaya di peringkat 62 (indeks 68.28) dan Johor Bahru di peringkat 78 dengan indeks 56.82.
Pertanyaan yang diajukan dalam survei adalah hal-hal yang berkenaan dengan tingkat keamanan dan kriminalitas. Dalam tiga tahun terakhir ada 287 penduduk Jakarta yang memberikan pendapat mereka.
Untuk pertanyaan apakah mereka merasa aman berjalan kaki sendirian di siang hari, 66 persen mengatakan merasa aman, dan ini termasuk kategori tinggi, sementara untuk berjalan kaki sendirian di malam hari hanya 34.77 persen yang merasa aman.
Angka yang paling tinggi untuk Jakarta adalah masalah korupsi dan penyuapan, dengan 84.36 persen mengatakan hal tersebut banyak terjadi di sini. Sementara itu untuk Bali, rasa aman berjalan kaki di siang hari lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta, namun berjalan kaki di malam hari di Bali dirasakan lebih aman dibandingkan di Jakarta.
Baca Juga: Dua Hari Terakhir, Bayi Dibuang di Banten, Polisi: Kasus Kriminal Murni
Untuk hal seperti kekhawatiran dirampok, mobilnya dicuri, diserang, ataupun mendapat serangan karena SARA, kekhawatiran hanya sekitar 45-50 persen.
Dua kota di Australia yaitu ibukota negara bagian Northern Territory Darwin dan Townsville di negara bagian Queensland juga lebih tinggi angka kriminalitasnya dibandingkan Jakarta dan Bali. Darwin berada di peringkat 50, sementara Townsville berada di peringkat 65.
Kekhawatiran utama bagi warga di Darwin adalah tingkat kriminalitas pada umumnya, takut dirampok, takut mobilnya dirusak, dan menjadi korban kejahatan kekerasan.
Kota yang dianggap paling berbahaya di dunia adalah ibukota Venezuela Caracas dengan indeks 84.92 disusul di tempat kedua Port Moresby, ibukota Papua Nugini.
Beberapa kota di Afrika Selatan seperti Pietermaritzburg, Pretoria, Durban dan Johanesburg masuk dalam 10 besar kota-kota yang memiliki angka kriminalitas yang tinggi.
Menurut Numbeo, survei yang mereka kumpulkan mendapat pelaporan dari 77.151 orang yang tinggal di 5423 kota di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan