Suara.com - Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon mempertanyakan sikap Partai NasDem yang menyetujui wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Ia menyebut NasDem hanya mencari muka.
Melalui tulisan yang diunggah ke akun Twitter pribadinya, @jansen_jsp, pada Kamis (5/12/2019) juga menyayangkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut diseret dalam pernyataan NasDem tersebut.
"Maksud NasDem ini apa ya? Kehabisan argumen, malah nama Pak SBY dibawa-bawa. Tak usah cari muka lah. Kalian cari mukanya ke sana saja," tulis Jansen.
Ia kemudian mengatakan Partai Demokrat menolak wacana tentang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Jansen menegaskan, "Sikap Demokrat menolak presiden 3 periode, titik! Katanya restorasi, tapi pikirannya malah mundur kebelakang, aneh".
Ketua DPP Partai Demokrat ini menjelaskan, SBY sejak awal tidak ingin berkuasa lebih dari 2 periode meskipun partainya menjadi mayoritas dalam parlemen saat itu.
"Pada periode ke-2 jadi presiden, elektabilitas pak SBY jauh di atas siapa pun. Cek saja semua survei tahun 2014. Koalisi di parlemen pun mayoritas. Demokrat 148 kursi," ungkap Jansen.
"Namun, sejak awal Pak SBY tidak ingin 'mengotak-atik' jalan berkuasa lebih dari 2 periode. Bagi dia 10 tahun cukup," imbuhnya.
Jansen melampirkan pernyataan SBY yang diunggah ke akun Twitter @SBYudhoyono pada tahun 2014 lalu.
Baca Juga: Viral Perjuangan Bocah SD di Sukoharjo Jualan Cilok Demi Menyambung Hidup
Dalam kicauan itu, SBY menyatakan, "Andai kata saya bisa maju untuk ketiga kalinya & tidak dilarang konstitusi & UU, saya pun mengatakan 'Tidak akan maju lagi'".
Sebelumnya, NasDem merupakan fraksi di DPR yang mengusulkan perihal wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Namun, Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di DPR RI Saan Mustopa mengklaim partainya tidak mencari muka.
"Buat apa juga misalnya Nasdem melakukan sesuatu ingin cari muka. Kalau cari muka kemarin saja, periode pertama pencalonan Pak Jokowi misalnya, tapi kami enggak," ujar Saan di Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Saan mengatakan, wacana mengenai amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode belum menjadi sikap Partai Nasdem, melainkan hanya berupa gagasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah