Suara.com - Mantan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk membuat gestur seperti menodongkan pistol ke punggung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Warganet mempermasalahkan gerakan tangan Donald Tusk ini. Mereka merasa Tusk seakan mengancam Donald Trump.
Gestur Tusk ini terlihat dalam foto yang diunggahnya ke akun Twitter pribadinya @donaldtuskEPP pada Kamis (5/12/2019).
Tusk dalam unggahan itu menulis, "Meskipun terjadi pergolakan, transatlantik (perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat) kami harus bertahan".
Disadur dari New York Post, Jumat (6/12/2019), Foto itu memperlihatkan Tusk berdiri di belakang Donald Trump.
Dua jari nya menunjuk ke punggung Presiden AS yang dianggap pengguna Twitter seperti pistol.
Tusk yang sering mengkritik Donald Trump kemudian menjadi sorotan di media sosial. Hingga Jumat (6/12/2019) sore, unggahan Tusk ini telah mendapatkan 1.500 like dan 500 retweet.
Warganet menyebut gerakan tangan Tusk ini sebagai sebuah ancaman.
"Pemimpin Dewan Uni Eropa Donald Tusk membuat kicauan dirinya memegang 2 jari ke punggung Trump seperti pistol. Apakah itu ancaman? Kita semua tahu bahwa Uni Eropa menentang Trump, tetapi ini terlalu jauh" tulis @justathoughtUSA yang menandai akun Twitter Trump dan FBI di komentarnya.
Baca Juga: Telisik Unsur Pidana Skandal Harley, Polda Segera Koordinasi ke Bea Cukai
"Sikap menjijikkan dari Donald Tusk. Orang bodoh ini tidak punya sopan santun!" tulis @Makaisia.
“Apakah ini semacam ancaman terselubung Uni Eropa yang ditujukan ke AS?” tanya @Dispropoganda.
Jabatan Donald Tusk sebagai Presiden Dewan Eropa berakhir pada 30 November 2019. Ia menjabat sejak 1 Desember 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm