Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang berharap dapat segera bertemu dengan pimpinan KPK terpilih periode 2019-2023, Firli Bahuri Cs. Ia mengaku ingin bertemu mereka guna menjelaskan hal yang berkaitan dengan kinerja lembaga antirasuah.
Menurut Saut, dalam kesempatan itu nantinya dia akan menjelaskan apa saja 'medan perang' KPK dalam memberantas korupsi.
"Saya ingin ketemu mereka, ini loh medan perangnya. Anda mau jadi panglima perang tidak? Atau anda mau jadi penakut. Atau anda ingin jadi pemberani. Itu mungkin kita akan segera ketemu," kata Saut saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).
Saut mengaku menaruh harapan besar terhadap pimpinan KPK terpilih. Ia optimis KPK dapat lebih baik lagi.
"Saya ada harapan baik terhadap mereka. Saya selalu mengatakan kenapa saya tidak mencalonkan kemarin. Orang di belakang kita itu pasti lebih baik dari kita. Itu pasti. Harus percaya orang yang di belakang kita lebih baik dari kita. Saya yakin itu," ujarnya.
Untuk diketahui, Firli Bahuri merupakan Ketua KPK terpilih 2019-2023. Firli bersama empat pimpinan KPK lainnya yakni; Alexandre Marwata, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, dan Nawawi Pumolango akan segera dilantik pada 21 Desember mendatang.
Berita Terkait
-
Ketimbang Beri Grasi, Petinggi KPK Sarankan Jokowi Perbaiki Fasilitas Lapas
-
Berharap Jokowi Hadiri Hakordia, Petinggi KPK Ingin Peluk Presiden
-
Saut Minta Polisi Laporkan Perkembangan Kasus Novel Baswedan
-
Pupuk Indonesia Gandeng KPK Gaungkan Kampanye Budaya Anti Gratifikasi
-
Mangkir Lagi, Pimpinan KPK Sindir Mekeng: Negarawan Harusnya Sadar Hukum
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran