Suara.com - Seorang petani bernama Daryono alias Iyon (52) ditemukan meninggal dunia di dalam parit, Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Riau pada Jumat pekan lalu. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun.
Penemuan jasad korban sempat menghebohkan warga. Bukan hanya kematian korban yang tak wajar, kematian korban pun meninggalkan cerita. Di mana, sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menuliskan sepucuk surat yang ditinggalkannya di sebuah pondok kebun sawit miliknya.
Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto melalui Kasubag Humas Polres Iptu Buha Purba mengatakan, sepucuk surat itu diduga ditulis oleh korban dan ditujukan kepada istri dan anak-anaknya.
Sepucuk surat itu bertuliskan: "Siapa yang bawa tolong kasih tau wasiat ini buat istriku, aku minta maaf aku hidup gak ada gunanya lagi tolong jaga anak-anak dan kebun sawit bagi yang adil sisakan buat kamu. aku kat pantai bawa racun lempeng."
"Bermula dari surat tersebut, Bhabinkamtibmas bersama warga melakukan pencarian, namun tidak satupun ditemukan tanda-tanda mencurigakan di pondok korban tersebut," ujar Buha Purba, dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dilansir Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), Minggu (8/12/2019).
Selanjutnya, saat warga hendak pulang dan melewati kebun korban. Tercium aroma tak sedap dari arah parit.
"Saksi bersama warga lainnya berhenti dan mencari arah bau busuk tersebut. Ditemukan di dalam parit ada mayat yang sudah mengeluarkan bau busuk dalam keadaan telentang," ujar Buha Purba.
Temuan itu langsung dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.
Guna memastikan penyebab meninggalnya korban, jasad korban kemudian dievakuasi menuju puskesmas setempat untuk dilakukan visum.
Baca Juga: Bunuh Diri Loncat dari Hotel Lantai 24, Pria Ini Ingin Donorkan Organ Tubuh
"Hasil yang disampaikan oleh dr Sanggam Malau, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dan diperkirakan korban meninggal sudah dua hari yang diduga keracunan," imbuh Buha Purba.
*****
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
-
Lima Pemburu Harimau Sumatera Ditangkap di Riau
-
Pegawai Karaoke Bakar Diri, Polisi: Dia Banyak Utang, Dicari-cari Orang
-
Tertimbun Longsor Selama 4 Hari, Ayah dan Anak Tewas Mengenaskan
-
Jaksa Ungkap Aliran Duit Suap Izin Reklamasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun
-
Mayat Wanita Tinggal Tengkorak Tapi Masih Pakai Baju Ditemukan Bocah
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional