Suara.com - Ribuan ikan penis (fat innkeeper worm) muncul di Drakes Beach, California, Amerika Serikat. Ikan yang masuk kategori cacing laut ini muncul setelah terjadi badai.
Disadur dari The Guardian, Sabtu (14/12/2019), fenomena ini pertama kali terlihat oleh ahli biologi Ivan Parr pada 6 Desember setelah badai menghantam daerah tersebut. Badai musim dingin melanda California utara.
Menurut majalah Bay Nature, cacing yang berukuran 10 inci (25 cm) ini memenuhi pantai Drakes yang terletak 80 kilometer utara San Francisco.
Ikan ini biasanya bersarang di bawah pasir pantai. Tetapi badai yang membawa gelombang besar menyapu lapisan-lapisan pasir itu dan membuat ikan penis ini muncul ke permukaan.
Foto yang diunggah Bay Nature ke Instagram memperlihatkan burung-burung camar memakan ikan-ikan tersebut.
Untuk diketahui, di Korea Selatan, ikan ini disebut gaebul. Ikan ini biasa dikonsumsi orang Asia, seperti Jepang, Asia dan Korea Selatan yang mengatakan rasanya asin, kenyal dan agak manis.
Menurut laporan Dailymail, ikan penis (fat innkeeper worm) adalah sejenis cacing sendok dengan anggota tubuh mirip bentuk spatula, yang digunakannya untuk makan dan berenang.
Mereka makan bakteri, plankton, dan partikel kecil lainnya yang ditangkap menggunakan semacam jaring lendir.
Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah atau dasar laut yang berlumpur dan berpasir. Ikan penis dapat hidup hingga 25 tahun.
Baca Juga: Vokal Rando Sembiring Disejajarkan dengan Afgan dan Sammy Simorangkir
Fenomena yang sama dilaporkan terjadi selama bertahun-tahun di Pajaro Dunes, Moss Landing, Teluk Bodega, dan Pelabuhan Princeton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam