Suara.com - Kehebohan diskotek Colloseum yang mendapat penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparpud) DKI Jakarta, turut mendapat tanggapan dari Ruhut Sitompul.
Mantan politikus Partai Demokrat sekaligus Partai Golkar tersebut memberikan sindiran telak kepada pihak yang mendukung kebijakan tersebut.
Ia mengatakan, yang disebutnya sebagai 'pihak; itu sebelumnya dinilai frontal menentang isu yang bertentangan dengan agama, namun kini berpindah haluan.
Menurut Ruhut, dengan adanya reaksi positif soal penghargaan untuk diskotek Colloseum sama halnya dengan mengizinkan seseorang masuk lokalisasi. Pernyataan tersebut disampaikan Ruhut melalui jejaring Twitter pribadinya @ruhutsitompul, Senin (16/12/2019).
"Pemprov DKI membela Gubernurnya Anies memberi Penghargaan ke Diskotik tidak dilarang, sama saja dengan datang ke tempat Pelacur yang dilokalisir tidak dilarang," kata Ruhut.
Ruhut mengatakan respons mengenai dua hal tersebut didasarkan pada sikap dari masing-masing orang. Maka dari itu, dirinya menyentil pihak pendukung kebijakan tersebut untuk tidak bersikap munafik dengan membawa embel-embel agama.
"Jadi ini masalah Sopan Santun saja karena itu jangan sok munafik jualan agama selama ini apa pantas?" imbuhnya.
Cuitan Ruhut itu seketika memancing reaksi warganet. Banyak dari mereka memberikan balasan bernada dukungan atas pendapat Ruhut.
"Diskotek dapat penghargaan, koq gak ada yang demo ya bang? Atau setuju itu kaum 7 juta ummat dengan gubernur seimannya? MasyaaAllah," kata @idfanz***.
Baca Juga: Benih Lobster dan Strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan
"Terlanjur maluuuu Bang...! Ayo ada celah untuk segera turunkan, jangan biarkan Jakarta tambah hancurrrr....," tulis @y***.
Untuk diketahui, klub malam Colloseum Club 1001 memenangkan penghargaan untuk kategori hiburan dan rekreasi-klab malam dan diskotik yang diberikan pada Jumat (6/12/2019).
Pemberian penghargaan ini dipertanyakan oleh warganet. Pasalnya Colloseum Club 1001 termasuk dalam bisnis Alexis Group, sama dengan Alexis Hotel yang ditutup Gubnernur Anies Baswedan tahun lalu.
Anugerah Adikarya Wisata 2019 diberikan kepada pelaku usaha pariwisata dan jasa yang telah berkontribusi nyata dalam mempromosikan pariwisata Jakarta kepada masyarakat Indonesia dan turis asing. Piagam pernghargaan tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?