Suara.com - Isu intoleransi beragama kembali diungkit sepanjang perayaan Hari Besar Keagamaan seperti Natal 2020 kali ini. Ada berbagai kasus yang menyita perhatian publik hingga memicu kegaduhan antar umat beragama.
Namun, potret toleransi telah ditunjukkan di sejumlah wilayah baik di Tanah Air. Tak lain ditandai dengan bangunan masjid dan gereja yang berdampingan.
Kedua tempat ibadah tersebut mengisyaratkan adanya kerukunan antara umat Islam dan Nasrani, sehingga membuat orang yang melihatnya damai.
Lebih jelasnya, berikut 4 lokasi masjid dan gereja yang dibangun berdampingan.
- Masjid Agung Jami' dan GPIB Immanuel Malang, Jawa Timur
Di pusat Kota Malang ada dua bangunan bersejarah yakni Masjid Agung Jami' dan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel. Kedua bangunan tersebut berdiri berdampingan sejak ratusan tahun lalu.
Masjid Agung Jami' dibangun pada 1975, enam tahun sebelum berdirinya bangunan GPIB Immanuel. Keduanya menjadi bukti kalau warga setempat menjunjung tinggi toleransi.
- Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta
Simbol kerukunan beragama juga ditunjukkan di pusat Ibu Kota DKI Jakarta. Tak lain yakni bangunan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdampingan di kawasan Jalan Medan Merdeka.
Nilai toleransi pun bisa dilihat dari sejarah berdirinya Masjid Istiqlah yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Masjid terbesar se-Asia Tenggara itu dirancang oleh arsitek Frederich Silaban yang merupakan pemeluk Kristen Protestan.
- Masjid Bakhti dan GKPI, Pematang Siantar, Sumatera Utara
Warga Pematang dikenal menjunjung tinggi toleransi. Salah satunya ditunjukkan dengan Masjid Bakhti dan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yang berdampingan di Keluaran Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.
Baca Juga: Suka Dianiaya Suami, Istri Buta dan Lumpuh Tewas dalam Kondisi Hamil
Warga setempat khususnya yang memeluk agama Islam dan Kriten saling membaur dan menjalin kerukunan.
- Masjid Al Hikmah dan GKJ Joyodiningratan, Solo, Jawa Tengah
Tak kalah menarik perhatian, simbol toleransi juga ditunjukkan di sudut Kota Solo. Terdapat Masjid Al Hikmah yang berdampingan dengan GKJ Joyodiningratan.
Bangunan tersebut terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 222, Kratonan, Kecamatan Serengan. Umat di dua tempat ibadah tersebut saling berkoordinasi setiap ada acara khusus dan peringatan hari besar keagamaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!