Suara.com - Polisi telah meringkus R, pelaku kasus perakitan benda mirip bom yang ditemukan warga di Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (27/12/2019) lalu.
Terkait pengungkapan kasus ini, motif perakitan lantaran R terinspirasi game online.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada terkini.id--jaringan Suara.com, mengatakan, game online yang diduga menjadi inspirasi R adalah jenis permainana balapan mobil.
Game ini dimainkan R sekitar dua minggu yang lalu di handphone android milik rekannya bernama DC. Pelaku mengambil 2 batang pipa plastik yang terletak di lantai dasar rumah. Kemudian dipotong menjadi 3 bagian.
Pipa kemudian dipanasi menggunakan korek api gas. Lalu dipatahkan dengan tangan. Kemudian pelaku mengambil gabus di tempat sampah halaman rumah kontrakan.
"Gabus tersebut dimasukkan kedalam potongan pipa," kata Tompo.
Tompo menjelaskan, selanjutnya pelaku mengambil isolasi hitam untuk melilit 3 batang pipa agar menjadi satu rangkaian. Pelaku lalu mengambil potongan kabel berwarna biru yang terlilit di pagar besi rumah.
Potongan kabel merah ditemukan di selokan. Kemudian kabel tersebut dimasukkan ke ujung batang pipa. Pipa dibungkus menggunakan kertas dos air minum kemasan.
Selanjutnya, menurut Tompo, pelaku mengambil jam tangan mainan yang ditemukan di jalan. Jam tangan mainan tersebut ditempelkan di batang pipa menggunakan isolasi.
Baca Juga: Hendak Bunuh Mantan Istri, Pria Ledakkan Bom Rakitan di Rumahnya
Setelah membuat rangkaian yang menyerupai bom tersebut pelaku menyimpan dalam kamar yang ada dilantai dasar. Pelaku membungkus rangkaian benda menyerupai bom tersebut, kemudian dibuang di halaman rumah kontrakan.
Berita Terkait
-
Benda Mirip Dinamit di Sulsel Dipastikan Bukan Bom Rakitan
-
STOP PRESS! Bom Rakitan Ditemukan di Permukiman Warga Sulawesi Selatan
-
Brimob Temukan Bom di Aceh, Begini Penampakanya
-
Buntut Ribut di Internal Partai, Wakil Ketua Golkar Sulsel jadi Tersangka
-
Campur Paku dan Merica, Bom Rakitan Basith Bisa Lukai Orang hingga 30 Meter
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?