Suara.com - Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan bahwa proses alih status pegawai lembaga antirasuah itu menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menunggu peraturan presiden (perpres).
"Soal perubahan ASN itu nanti kami mengacu ke perpres yang sedang berproses seperti apa," ujar Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut bahwa KPK akan mengadakan tes terhadap para pegawai dalam proses peralihan status menjadi ASN.
Ali mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Ghufron tersebut masih sebatas usulan dan belum dibicarakan di internal KPK.
"Bahwa tadi Pak Ghufron menyatakan akan tes seperti apa, sesungguhnya yang kami tahu itu memang di Biro SDM belum menyiapkan perangkat lebih lanjut. Bahwa apa yang disampaikan pak Ghufron belum menjadi pembicaraan," kata dia.
Ali menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu KPK telah menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait manajemen kepegawaian di KPK yang mengacu ke peraturan pemerintah terdahulu.
"Itu semua tentang manajemen kepegawaian, di sana lengkap mengatur tentang bagaimana mulai dari manajemen perekrutan dan seterusnya, sampai menajemen karir, sampai kompensasi dan seterusnya itu semua ada," ucap Ali.
Saat ini, kata dia, KPK masih menunggu diterbitkannya perpres tersebut sebagai acuan untuk memastikan mekanisme alih status pegawai KPK menjadi ASN.
"Kalau kami mengacu ke perpres itu kan konvensi ya, otomatis secara langsung. Mengenai itu, kami belum jadi pembicaraan mana yang akan jadi kesepakatan dipakai, apakah melalui tes seperti apa yang disampaikan Pak Ghufron, materi dari sini dan seterusnya, atau apakah kemudian nanti kami konvensi langsung sebagaimana RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah)," ucap dia.
Baca Juga: Begini Gaya Kece Jokowi Sambut Malam Tahun Baru di Jogja
Berita Terkait
-
Proses Penyaringan Pegawai KPK jadi ASN di Tangan Pimpinan Firli Cs
-
Majunya Gibran dan Bobby Dicap Politik Dinasti, Gerindra: Tak Relevan
-
Menkumham Yakinkan Perpres KPK Tak Jadi Alat Jokowi Intervensi KPK
-
Jokowi Mau Terbitkan Perpres, PKS Takut KPK Tak Lagi Independen
-
Draf Perpres KPK Dikritik, Mahfud MD: Enggak Apa-apa
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno