Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali melakukan pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Lahan yang akan dibebaskan di tahun ini disebut berada di empat kelurahan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan, pihaknya memperkirakan ada 118 bidang lahan yang akan dibebaskan. Seluruhnya tersebar di Kelurahan Tanjung Barat, Pejaten Timur, Cililitan dan Balekambang.
“Dari Tanjung Barat sampai Pejaten Timur. Empat Kelurahan itu,” ujar Juaini di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin (13/1/2020).
Juaini menjelaskan, pihaknya akan mulai melakukan pembebasan lahan pada bulan Maret. Anggaran yang disiapkan juga disebutnya mencapai Rp 160 miliar.
“Anggarannya 118 bidang itu sekitar Rp 160 miliar,” kata Juaini.
Selain itu, ia menyebut 118 lahan ini jumlahnya masih bisa bertambah. Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan soal lahan bantaran Ciliwung mana saja yang harus dibebaskan.
“Yang jelas, yang ada saja kita manfaatkan dulu. Kalau masih kurang, di perubahan kita ajukan. Itu saja,” katanya.
Anggaran yang sudah dipersiapkan itu, kata Juaini juga memiliki kemungkinan bertambah jumlahnya. Nantinya setelah dilakukan pendataan ternyata lahan yang dibebaskan masih kurang, maka bidang tanahnya ditambah dan anggaran akan membengkak.
“SDA DKI inventarisasi saja. Terus perhitungan soal biaya ganti rugi. Kan ada appraisal kan. dari situ besarannya. Mungkin juga bisa nambah (anggaran) sampai sekarang ini kita invetaris lagi kan kalau ada yang siap, kita masukan lagi."
Baca Juga: Maret, Pemprov DKI Mulai Gusur Lahan Warga untuk Normalisasi Ciliwung
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Klaim Sudah Tambal Tanggul Retak karena Banjir
-
Maret, Pemprov DKI Mulai Gusur Lahan Warga untuk Normalisasi Ciliwung
-
Kebanjiran, Pengusaha Penyewa Mal Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI Jakarta
-
Anies Ungkap Sejumlah Tanggul di Jakarta Retak Sejak Banjir Awal Tahun Ini
-
Anies Siapkan Regulasi untuk Cairkan Dana Pembebasan Lahan Sodetan Ciliwung
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum