Suara.com - Rapat kerja antara Komisi III dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang sedianya digelar pada hari ini batal dilakukan. Rapat tersebut kemudian ditunda hingga tanggal 24 Januari 2020.
Anggota Komisi III Hinca Pandjaitan mengatakan belum ada penjelasan lebih detail terkait alasan rapat tersebut ditunda.
"Kemarin kami diberitahu sama sekretariat kalau ditunda ke tanggal 24, cukup jauh. (Alasannya) belum ada penjelasan," kata Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Hinca memastikan bahwa penundana rapat tersebut atas permintaan dari pihak Kementerian Hukum dan HAM.
"Ya saya kira sekali lagi kan persoalannya bukan di Komisi III. Namun demikian kita hormati mitra-mitra kita ini dengan situasi itu. Mereka minta tanggal 24, tapi kita lihat perkembangannya. Tapi per hari ini ditunda," ujar Hinca.
Adapaun salah satu agenda yang akan ditanyakan Komisi III dalam rapat kerja tersebut ialah mengenai pencopotan yang dilakukan oleh Yasonna terhadap Ronny F Sompie dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Imigrasi
"Kalau Komisi III itu kan kemitraan ya, yang ditanya kan kementeriannya, termasuk lah itu di dalamnya karena harus dijelaskan karena publik kan ingin mendengarkan, ingin tahu lah seperti apa sebenarnya, meskipun sudah kita baca di media, tapi Komisi III pasti akan mendalaminya sampai lebih detail, misalnya sistemnya gimana sih, apakah yang salah dan seterusnya," tutur Hinca.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius