Suara.com - Empat anak buah kapal (ABK) kapal niaga asal China saat ini dikarantina di kapal mereka di tepi Sungai Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat, guna mencegah dan mengantisipasi masuknya virus corona di provinsi itu.
"Hal itu kami lakukan guna mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona di Kalimantan Barat," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Tatang Suhariyudin, di Pontianak, Senin (3/2/2020).
Ia menjelaskan, mereka sudah memeriksa kesehatan keempat ABK asal China itu, yang hasilnya semuanya negatif, tetapi guna pencegahan proses karantina tetap dilakukan. Selain masalah kesehatan, mereka juga terkena masalah hukum yaitu hadir di Indonesia secara ilegal.
"Keempat ABK kapal itu juga akan dilakukan deportasi ke negara asal, karena masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal," katanya
Bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan Pontianak, jajarannya sudah memeriksa kesehatan keempat ABK itu yang hasilnya negatif. "Tetapi tetap tidak diizinkan keluar kapal, karena masih dalam tahap karantina," ujarnya.
Karena, keempat ABK itu masuk secara ilegal, maka akan dikenakan denda dan juga dilakukan deportasi ke negara asal yaitu China.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Pontianak, Rahmat Subakti, mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir terkait masalah virus corona, karena pihaknya sudah mengantisipasi hal itu.
"Kami juga sudah mengisolasi (tidak mengizinkan ABK-meninggalkan kapal) satu kapal lagi yang perjalanannya dari Hong Kong, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. (Antara),
Baca Juga: Jumlah Pasien Virus Corona Meningkat, Kemenkes Duga Ini Penyebabnya
Berita Terkait
-
Jumlah Pasien Virus Corona Meningkat, Kemenkes Duga Ini Penyebabnya
-
Sejak Ramai Virus Corona, Beberapa Toko Masker di Semarang Kehabisan Stok
-
Gegara Wabah Virus Corona, Dokter Gelar Resepsi Pernikahan Hanya 10 Menit
-
RS Margono Siapkan Tim Penyakit Infeksi Emerging untuk Tangani Virus Corona
-
Tangkal Hoaks Virus Corona, Kominfo Pertimbangkan Gunakan SMS
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
11 Calon Hakim Agung dan 3 Cakim Ad Hoc Disahkan DPR, Ini Daftar Namanya
-
Respons Bencana NTT, DPR RI Kirim Perwakilan dan Siapkan Langkah Darurat
-
Eliano Reijnders Tak Mau Santai Usai Bela Timnas Indonesia, Bali United Jadi Sasaran Berikutnya
-
BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global
-
Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo
-
Menggugat Pendekatan Reaktif Pemerintah Atasi Karhutla
-
Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern
-
Ulasan Novel Out: Ketika Keputusasaan Membawa pada Pembunuhan
-
BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global
-
Nuzran Joher Dipilih Sebagai Ketua Ombudsman RI Baru, Dasco Ketuk Palu Pengesahan