Suara.com - Gubernur Jawa Tengah menolak rencana pemulangan warga eks ISIS ke Indonesia. Menurut Ganjar Pranowo, pemulangan eks ISIS ke Indonesia justru menimbulkan kontradiksi. Sebab, mereka sudah tidak mengakui, bahwa mereka adalah Warga Negara Indonesia.
"Dia negaranya mana? Lho kan pasport saja sebagai data Keindonesiaannya sudah dibakar, berarti sudah tidak mau dengan kita. Wong sudah tidak mau dengan kita, kok mau diterima. Kan aneh," ucapnya.
Pernyataan itu disampaikan Ganjar kepada wartawan usai mengisi acara Rakernas Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Asrama Haji Donohudan, Sabtu (8/2/2019).
Saat itu, wartawan sengaja berkerumun untuk memintai statemen soal penolakan Ganjar terhadap eks ISIS tersebut.
"Yang harus pulang itu mereka yang pergi ke luar negeri dan berprestasi. Bukan yang itu (eks ISIS)," tegas Ganjar.
Saat ditanya apakah tidak takut melanggar HAM karena menolak pemulangan mereka oleh wartawan, Ganjar justru mempertanyakan tudingan itu.
"Melanggar HAM bagaimana? Justru mereka (eks ISIS) itu yang melanggar HAM dengan sadis. Coba lihat mereka melanggar HAM tidak? Mereka malah super sadis, nyembelih orang kok bukan pelanggaran HAM," tegasnya.
Ditanya ada berapa warga Jawa Tengah yang tergabung dengan ISIS, Ganjar menggeleng tidak tahu. Sebab lanjut dia, saat pergi meninggalkan Indonesia, mereka juga tidak pamit.
"Ya ora reti (ya tidak tahu), wong lungo ya ora pamit aku (pergi juga tidak pamit saya," imbuhnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Ikut Respons Video Viral Rubingah Ditendang di Pasar Gendeng
Selama ini lanjut dia, Jateng sedang fokus pada upaya deradikalisasi eks napiter yang ada di Jateng. Program yang dilakukan sudah berjalan terus, namun memang belum bisa efektive menjangkau secara keseluruhan.
"Apalagi mau ketambahan yang itu (eks ISIS). Teman-teman eks napiter di Solo itu menceritakan, bagaimana bahayanya mereka (eks ISIS). Jadi itu tidak mudah, apakah eks ISIS itu sedang jujur atau menipu kita kan kita tidak tahu," katanya.
Untuk itu, Ganjar meminta pemerintah pusat untuk berhati-hati dalam rencana pemulangan eks ISIS tersebut.
"Saya bisa dan berani memberikan kesaksian-kesaksian dari yang ada di lapangan, kalau memang dibutuhkan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan tegas menolak rencana pemulangan eks ISIS ke Indonesia. Menurut Ganjar, yang ditunggu adalah mereka warga Jateng yang sukses dan berprestasi di luar negeri. Bukan mereka.
Tag
Berita Terkait
-
UMP Jateng Lebih Murah, Ganjar Sebut Ada Pabrik yang Mulai Relokasi
-
Ditantang Sri Mulyani Ekonomi Jateng Tumbuh 7 Persen, Ini Strategi Ganjar
-
Jateng Gandeng Tokopedia, Warga Kini Bisa Bayar PBB Online
-
Jawa Tengah Waspada Corona, Ganjar: ke RS Kalau Kena Flu dan Demam
-
Ganjar Pranowo Ikut Respons Video Viral Rubingah Ditendang di Pasar Gendeng
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial