Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI Perjuangan menargetkan memenangkan sedikitnya 60 persen pelaksanaan pilkada serentak 2020.
"Secara nasional kami sudah menargetkan bisa memenangkan 60 persen pilkada di sejumlah daerah di Indonesia serentak nanti," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, usai membuka Rapat Kerja Daerah PDIP Sumatera Utara, di Medan, Sabtu (8/2/2020).
Ia mengatakan pilkada merupakan momentum untuk memperkuat mekanisme kelembagaan partai dalam menyiapkan pemimpin yang benar-benar siap maju untuk rakyat yang dipimpinnya.
Pemimpin yang mampu membangun harapan masa depan dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan, dan sekaligus mengintegrasikan kinerjanya dengan kepemimpinan Jokowi dan Maruf Amin.
"Kita berjuang semata-mata untuk kepentingan rakyat. Jadi semua gerak langkah kita harus satu dan solid untuk rakyat," katanya.
Sementara terkait Rapat Kerja Daerah PDIP Sumatera Utara, ia mengatakan, juga merupakan bagian dari langkah-langkah konsolidasi, baik konsolidasi ideologi, konsolidasi kader, program, sumber daya dan juga bagaimana partai terus hadir di tengah rakyat.
"Itulah salah satu tujuan raker ini dilaksanakan agar senapas dengan rakernas yang sudah digelar, kami terus solid bergerak menyatu dengan kekuatan rakyat. Pada raker ini, partai juga melakukan langkah-langkah persiapan terkait dengan pilkada serentak," katanya pula. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!