Suara.com - Empat Pemerintah Daerah di Indonesia disebut sudah memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari China, pusat virus corona ditemukan. Namun tindakan itu diambil tanpa melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.
Hal ini diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Menurutnya hal ini keluar dari skema penanganan virus corona yang dirancang Pemerintah Pusat.
"Banyak Pemerintah daerah yang atas inisiatif sendiri memanggil putra daerahnya untuk kembali ke Indonesia tanpa koordinasi dengan Pemerintah Pusat," ujar Muhadjir di kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).
Meski demikian, Muhadjir enggan menyebutkan empat daerah yang dimaksud. Namun salah satunya adalah Pemerintah Daerah Lumajang, Jawa Timur.
"Saya tahu misalnya kemarin Kabupaten Lumajang juga sudah ada," jelasnya.
Menurutnya boleh saja jika Pemda memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung WNI dari China. Namun, seharusnya sebelum bertindak harus ada koordinasi terlebih dahulu dan melakukan pemeriksaan di fasilitas milik Pemerintah Pusat.
"Tapi, alangkah baiknya kalau itu juga harus melalui pemeriksaan observasi di tingkat pusat dulu sebelum mereka kembali ke kampung halamannya," kata Muhadjir.
Ia menyebut ketika ditanya, Pemda itu beralasan WNI yang dijemput tidak berada di Wuhan sebagai pusat penyebaran virus corona. Menurutnya alasan itu tidak bisa diterima karena dari Pemerintah Pusat sendiri sudah memberikan aturan soal peringatan terhadap warga yang datang ke Indonesia dalam waktu dua pekan terakhir.
"Ada beberapa daerah yang alasannya memang itu jauh dari epicentrum kejadian," pungkasnya.
Baca Juga: Wabah Virus Corona, Indonesia Kembali Evakuasi WNI di China
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman