Suara.com - Tim Paniki Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua, bersama anggota opsnal Reskrim Polres Mimika menangkap pelaku pelecehan seksual yang masih berusia 15 tahun terhadap bocah lima tahun.
Ketua tim Paniki Polsek Sentani Kota Aipda Agus ketika dikonfirmasi dari Makassar, Minggu, mengatakan sebenarnya kasus pelecehan seksual terhadap bocah lima tahun itu terjadi di Mimika pada 2019 lalu.
"Penangkapan terhadap pelaku kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Mimika oleh tim Paniki Polsek Sentani Kota bersama anggota opsnal Reskrim Polres Mimika di kompleks SKB Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (15/2) sore," katanya.
Ketua tim Paniki yang dipimpin Aipda Agus Patang bersama anggotanya dan opsnal Reskrim Polres Mimika, menangkap pelaku pelecehan seksual tersebut di kompleks SKB Sentani saat sedang bermain bola basket.
Dia menjelaskan, kasus pelecehan seksual anak di bawah umur terhadap korban sebut saja Mawar lima tahun, terjadi di Kabupaten Mimika dan telah dilaporkan ibu korban pada Jumat, 26 Juli 2019 lalu di Polres Mimika.
Lanjut dia, dimana saat itu ibu korban yang juga pelapor selesai mengepel lantai rumah kemudian memanggil anaknya yang juga korban Mawar lima tahun, namun tidak ada suara/tidak dijawab. Setelah itu pelapor mengetuk pintu kamar korban namun pintu terkunci grendel dari dalam kamar.
Sehingga pelapor mengintip dari lubang pintu dan melihat pelaku. Melihat hal tersebut pelapor langsung berteriak dan pelaku lari ke ruangan lain.
"Ibu korban melihat di pempers korban ada bercak darah yang diduga hasil pelecehan seksual," katanya.
"Anggota Opsnal Polres Mimika yang memberikan informasi terkait kejadian tersebut dimana pelaku diduga berada di Sentani, sehingga langsung kami lakukan penyelidikan bersama dan diperoleh informasi bahwa pelaku berada di kompleks gedung SKB Sentani," ujarnya.
Baca Juga: Kenal di Medsos, Remaja Ini Cabuli Teman Wanitanya dan Sebar Video Mesumnya
Lanjut Aipda Agus Patang, dari kurun waktu kejadian hingga hari ini sebelumnya kasus tersebut sudah mempertemukan pihak keluarga, baik dari korban maupun pelaku.
Namun, kata dia, pihak orang tua pelaku yang tidak mempunyai itikad baik, malah justru memberangkatkan pelaku ke Jayapura dengan alasan bertemu saudaranya yang sakit.
Ia menambahkan, setelah ditangkap pelaku masih dititipkan sementara di Mapolsek Sentani Kota, dan pada Minggu (16/2) hari ini, pelaku diberangkatkan Mimika.
"Keberangkatan pelaku ke Mimika dikawal oleh anggota opsnal Reskrim Polres Mimika. Penerbangan dari Jayapura-Mimika melalui Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura," ujarnya.
Sumber: Antara
Berita Terkait
-
Viral Video Wanita Ditelanjangi, Polres Sampang Cari Pelaku dan Perekamnya
-
Klaim Sudah Buka Papua untuk Jurnalis, Jokowi Akui Sempat Putus Internet
-
Terobos Pagar, Sekelompok Pria Mabuk Onani di Kampus Khusus Wanita
-
Klarifikasi Diksi 'Sampah', Mahfud MD Sebut Pernyataannya Disalahtafsirkan
-
Veronica Koman Sebut Mahfud MD Bersikap Shooting The Messenger, Apa Itu?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Bantah Kena OTT KPK, Eks Wamenaker Noel: Operasi Tipu-tipu
-
Eks Wamenaker Noel Klaim Dapat Info A1: Hati-hati Pak Purbaya Akan Dinoelkan!
-
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
-
Saksi Kunci Dituding Bohong di Persidangan, Pengacara Nadiem Minta Hakim Beri Sanksi
-
Fakta Pilu Longsor Bandung Barat: 17 Jenazah Dikenali, Seribu Personel Berjibaku Cari 65 Korban
-
Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki
-
Tim Hukum Nadiem Laporkan Saksi ke KPK, Curiga Ada Tekanan di Balik Persidangan
-
6 Fakta Kasus Guru SMK di Talaud Dianiaya Oknum TNI AL
-
Pemilik Maktour Datangi KPK dan Buka Fakta Soal Kasus Kuota Haji
-
Bantah Isu Fitnah, Kementan Bongkar Borok Proyek Fiktif Rp27 Miliar: 'Ada Bukti dan Pengakuan'