Suara.com - Pemimpin Gereja Shincheonji yang juga mengklaim sebagai mesias asal Korea Selatan, Lee Man-hee, mengatakan bahwa virus Corona yang kini merebak dengan cepat di Korsel adalah pekerjaan setan serta bentuk ujian dari Tuhan.
Dalam sebuah aplikasi pesan khusus milik umat gereja tersebut, Lee Man-hee, mengatakan bahwa virus Corona yang berasal dari Wuhan, China adalah ulan setan untuk menghambat perkembangan gereja yang didirikannya pada 1984 itu.
"Penyakit ini adalah pekerjaa setan untuk menghentikan perkembangan cepat Gereja Shincheonji," tulis Lee dalam aplikasi itu seperti dilansir Reuters dari kantor berita Yonhap.
"Seperti ujian yang dihadapi oleh Ayub, virus ini ingin menghantam perkembangan kita," lanjut dia.
Korsel pada Jumat (21/2/2020) mengumumkan penemuan 52 kasus virus Corona baru di negara itu. Kini totalnya ada 156 orang di Korsel yang terjangkit virus mematikan tersebut.
Sebagian besar kasus penularan virus Corona tercatat di Daegu, kota terbesar keempat di Korsel dengan populasi mencapai 2,5 juta orang.
Penularan virus Corona di Daegu sendiri diduga sebagian besar berasal dari seorang perempuan berusia 61 tahun yang disebut sebagai Pasien 31. Ia diduga menularkan virus tersebut saat menghadiri kebaktian di salah satu Gereja Shincheonji di kota tersebut beberapa pekan terakhir.
Per Jumat ini, lebih dari 400 umat gereja tersebut sudah menunjukkan gejala mengidap virus Corona, meski tes kesehatan masih terus digelar. Pemerintah Korsel sendiri telah memerintahkan agar gereja-gereja Shincheonji di Daegu untuk sementara ditutup.
Baca Juga: Studi: Virus Corona Covid-19 Rusak Organ Paru Seperti SARS dan MERS
Berita Terkait
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Prabowo Saksikan 10 MoU RI-Korea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital