Suara.com - Selang 2 bulan usai banjir besar di tahun baru 1 Januari 2020, kini Selasa (25/2/2020), sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, kembali terendam banjir.
Tepatnya di Perumahan Taman Setia Mekar, Tambun Selatan, Jawa Barat, genangan air mencapai 50 centimeter hingga 1 meter. Banjir terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sejak dini hari.
Tepatnya jam 03.00 WIB, warga mulai mengamankan perlengkapan elektronik dan peralatan rumah tangga. Beruntung, karena banjir di pagi hari dan beberapa warga sudah bangun, membuat mereka sempat mengamankan rumahnya, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.
"Tadi sih, pas jam 4 sudah mulai terdengar dari pengeras suara bahwa air mulai naik di jalan dan masuk ke dalam rumah," ujar Ratna salah satu warga RT 05/20 Taman Setia Mekar, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.
Beberapa warga yang rumahnya berada di kawasan yang lebih tinggi, saling membantu dengan menjadikan tempat tinggalnya sebagai penampungan kendaraan warga. Termasuk mengamankan anak-anak untuk tinggal di rumah tersebut.
Banjir kali ini cenderung lebih rendah, karena jika dibandingkan Januari lalu, di perumahan tersebut banjir mencapai 1,5 meter hingga 2 meter. Beberapa warga yang hendak bersiap bekerja pun mengurungkan niatnya karena katerbatasan akses jalan.
"Iya, tadi udah di jalan, tapi jalannya pada banjir, jadi balik lagi ini, nunggu reda dikit saya masuk siang," ungkap Bagyo yang bekerja kawasan Cibitung, Jawa Barat.
Sementara itu hingga pukul 6.35 WIB, hujan masih terus mengguyur wilayah Bekasi, sehingga kenaikan permukaan air diperkirakan masih akan terus bertambah.
Baca Juga: Jakarta Lagi-lagi Terendam Banjir, PLN Padamkan 326 Gardu Listrik
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas