Suara.com - Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk pelaku bullying atau perundungan bernada rasial terhadap seorang pria yang sebelumnya diduga penyandang disabilitas mental berinisial AISE. Pelaku yang berinisial RK itu berhasil ditangkap Senin (24/2/2020) sekira pukul 13.08 WIB.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono menuturkan, RK ditangkap di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. RK ditangkap menindaklanjuti atas laporan terkait tindak ujaran kebencian bernada rasial terhadap AISE yang viral di media sosial.
"Setelah viral kami mendapatkan informasi dari tim kami maka tadi hari Senin jam 13.08 WIB. Alhamdulillah kami bisa mengamankan pelakunya," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020) malam.
Adapun, Budi menegaskan korban yang belakangan diketahui berinisial AISE bukan lah penyandang disabilitas mental seperti yang dikabarkan sebelumnya. Menurut Budi AISE merupakan seorang dengan latar belakang pendidikan sarjana ekonomi.
Budi lantas menyampaikan bahwa pihaknya justru berencana membawa pelaku RK untuk diperiksa kejiwaannya ke ahli kejiwaan. Hal itu dilakukan lantaran keterengan RK saat diperiksa masih simpang siur dan terdapat tata bahasa yang tidak berkesesuaian.
"Ini sudah kita BAP, setelah ini kita akan bawa untuk rehabilitasi kejiwaan untuk mengecek apakah ada kelainan (kejiwaan) atau tidak," ungkap Budi.
Sebagaiman diketahui, sebelumnya seorang pria diduga penyandang disabilitas mental menjadi korban perundungan bernada rasial di Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 44 detik yang diunggah pemilik akun Twitter @black__valley1 terlihat pria dengan kebutuhan khusus yang diduga beretnis China itu dirundung oleh pria lainnya yang mengenakan baju berwarna merah. Sambil melotot, pria berbaju merah itu mengutarakan kata-kata tak pantas dengan nada tinggi ke kepada korban.
"Siapa yang nyuruh, mau nguasain Natuna, Jawab China. Lu minta dimakan? Hah, Indonesia harga mati, NKRI harga mati, Natuna, itu Indonesia, denger lo China, salamin sama presiden lu, gue tau bayaran presiden lu. Presiden China Anj*ng," ucap peria berbaju merah kepada korban dengan nada tinggi seperti dikutip suara.com, Senin (24/2/2020).
Baca Juga: Viral Video Penyandang Disabilitas Di-bully, Pelaku Lontarkan Cacian Rasis
Kekinian, pelaku yang diketahui berinisial RK itu pun telah berhasil diungkap. Adapun, atas perbuatannya RK disangkakan Pasal 45 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2019 dan perubahan pada UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITe dan juga Pasal 16 jo Pasal 4 UU RI No 40 Tahun 2006 tenyang pengapusan ras dan etnis atau Pasal 157 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Bullying dan Efek Jangka Panjang Maupun Pendek pada Korban
-
CEK FAKTA: Benarkah Quaden Bayles Bocah yang Dibully Berusia 18 Tahun?
-
Anaknya Dibully sampai Ingin Bunuh Diri, Warganet Malah Menuduh Pura-pura
-
Viral Bocah Ingin Bunuh Diri karena Bullying, Covid-19 Tewaskan 2.247 Orang
-
Viral Video Bocah Ingin Bunuh Diri karena Diejek, Hugh Jackman Buka Suara
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden