Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mendukung penuh wacana penunjukan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi pemimpin Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Menurutnya, karakter Ahok yang keras sangt cocok dengan kriteria pemimpin IKN.
Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Feridinand meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melantik Ahok.
"Saya pribadi setuju dan mendukung @basuki_btp untuk memimpin ibu kota baru. Segera saja pak @jokowi jangan tunda," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Minggu (1/3/2020).
Menurut Ferdinand, Ahok memiliki karakter keras dan 'meledak'. Karakter itulah yang sangat dibutuhkan dalam memimpin ibu kota.
Terlebih IKN nanti akan mengurusi anggaran dalam jumlah yang besar. Dibutuhkan sosok pemimpin yang tegas untuk mengelolanya, Ahok menjadi salah satu orang yang diyakini mampu menjalaninya.
"Karakternya yang keras, meledak bagus untuk mengurusi pembangunan dengan anggaran ratusan triliun," tegas Ferdinand.
Pemimpin IKN Setingkat Menteri
Pemerintah masih terus menggodok pematangan rencana IKN di Kalimantan Timur. Rencananya, IKN nanti tidak dipimpin oleh seorang gubernur, melainkan pejabat setingkat menteri.
Saat ini, Jokowi sudah menentukan pilihan siapa sosok yang cocok mengemban tugas mengelola IKN. Hanya menunggu waktu yang pas untuk segera diumumkan.
Baca Juga: Virus Corona Mengancam, IDC Prediksi Penjualan Ponsel Anjlok
"Nanti diumumkan, presiden sudah menunjuk, yang saya tahu," kata Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (28/2/2020).
Berita Terkait
-
Kembali ke Normalisasi, Solusi ala Ferdinand Hutahaean Atasi Banjir
-
Virus Corona Bikin Pejabat Batal Terbang, Terbaru Jokowi Gagal ke Las Vegas
-
Politikus Nasdem soal Banjir Jakarta: Anies Jangan Merasa Tidak Bersalah
-
Jokowi Gagal ke Las Vegas karena Virus Corona
-
Jokowi Resmi Gandeng Tony Blair Jadi Dewan Penasehat Ibu Kota Baru
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi