Suara.com - Polisi masih memburu perampok bersenjata api yang menggasak perhiasan di sebuah toko emas di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat. Peristiwa perampokan yang terjadi pada Jumat (28/2) lalu itu melukai satu petugas kebersihan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Tengku Arsya Khadafi mengatakan hingga kekinian pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Belum (tertangkap), pelaku masih lidik," kata Tengku saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2020).
Berkenaan dengan itu, Arsya mengaku belum mengetahui pasti terkait berapa jumlah emas yang dibawa kabur oleh pelaku. Arsya lagi-lagi menyampaikan bahwa hal itu masih dalam proses penyelidikan.
"Belum tahu, ini masih lidik ya," katanya.
Seperti diberitakan, sebuah toko emas di Pasar Pecah Kulit, Taman Sari, Jakarta Barat disatroni kawanan perampok bersenjata api. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (28/2/2020) sekira pukul 12.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus menuturkan mulanya pelaku masuk ke toko emas seraya membawa sebuah kursi plastik warna merah. Tiba-tiba pelaku menembakkan senjata api ke arah toko emas hingga membuat dua karyawan yang berada di lokasi panik.
"Pelaku menembakkan senjata sehingga mengenai lampu toko dan pecah," kata Yusri kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).
Selanjutnya, pelaku yang mengenakan jaket dan helm tertutup itu pun kabur. Menurut Yusri, petugas keamanan dan kebersihan yang berada di lokasi pasar sempat berupaya menghadang pelaku.
Baca Juga: Mobil Patroli Ditembaki di Tembagapura, Satu Polisi Terluka
"Pelaku menembakkan senjata dan mengenai kaki petugas sampah," ungkapnya.
Akibatnya, petugas kebersihan itu pun mengalami luka tembak. Kekinian korban pun telah dievakuasi ke Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat.
Untuk mengungkap pelaku, Yusri mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti. Adapun diantaranya, yakni selongsong peluru, rekaman CCTV toko emas, dan patahan gagang senjata api jenis revolver.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?