Suara.com - Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir menyoroti gaya komunikasi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyampaikan perkembangan kasus virus corona di Indonesia. Ia menilai komunikasi Terawan sangat buruk.
Hal itu disampaikan oleh Gus Nadir melalui akun Twitter miliknya @na_dirs. Ia mengkritik komunikasi Terawan di hadapan publik.
"Saya perhatikan komunikasi publik Pak Menkes itu jelek sekali," kata Gus Nadir seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3/2020).
Menurutnya, sebagai seorang pejabat diperlukan sikap arif dalam membuat pernyataan publik. Sehingga maksud yang disampaikan sesuai sasaran dan dimengerti.
"Perlu lebih arif dan strategis dalam membuat pernyataan di publik," ucapnya.
Gus Nadir mengusulkan agar Terawan memakai juru bicara dalam penyampaikan pernyataan publik. Hal itu dilakukan agar apa yang disampaikan tidak menimbulkan penafsiran bercabang.
"Saya usul beliau pakai jubir saja," ungkapnya.
Untuk diketahui, Terawan menyebut flu lebih berbahaya daripada virus corona. Pasalnya, angka kematian flu lebih tinggi daripada virus corona.
"Padahal flu, batuk, pilek yang biasa terjadi pada kita itu angka kematiannya lebih tinggi daripada corona. Tapi ini kenapa bisa hebohnya luar biasa?" ujar Terawan, Senin (2/3/2020).
Baca Juga: Teka-teki Robohnya Ruko di Jember ke Sungai Kalijompo
Pernyataan Terawan tersebut langsung menjadi sorotan. Publik menilai Terawan terlalu asal dalam berbicara.
Berita Terkait
-
Panic Buying Imbas Corona, Polri Jaga Ketat Toko-toko Perbelanjaan
-
TKW Malaysia Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di RS Hermina Sukabumi
-
Corona Masuk Indonesia, Stok Masker di Pasar Proyek Bekasi Kosong
-
Antisipasi Virus Corona, WHO: Masker Hanya untuk Orang Sakit
-
Dampak Corona dan Penerapan Omnibus Law Terhadap Perekonomian RI
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal