News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2020 | 10:55 WIB
Ilustrasi Menkes Terawan melawan virus Corona Covid-19. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)

Suara.com - Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir menyoroti gaya komunikasi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyampaikan perkembangan kasus virus corona di Indonesia. Ia menilai komunikasi Terawan sangat buruk.

Hal itu disampaikan oleh Gus Nadir melalui akun Twitter miliknya @na_dirs. Ia mengkritik komunikasi Terawan di hadapan publik.

"Saya perhatikan komunikasi publik Pak Menkes itu jelek sekali," kata Gus Nadir seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, sebagai seorang pejabat diperlukan sikap arif dalam membuat pernyataan publik. Sehingga maksud yang disampaikan sesuai sasaran dan dimengerti.

"Perlu lebih arif dan strategis dalam membuat pernyataan di publik," ucapnya.

Gus Nadir mengusulkan agar Terawan memakai juru bicara dalam penyampaikan pernyataan publik. Hal itu dilakukan agar apa yang disampaikan tidak menimbulkan penafsiran bercabang.

"Saya usul beliau pakai jubir saja," ungkapnya.

Gus Nadir usul Menkes pakai jubir (Twitter/na_dirs)

Untuk diketahui, Terawan menyebut flu lebih berbahaya daripada virus corona. Pasalnya, angka kematian flu lebih tinggi daripada virus corona.

"Padahal flu, batuk, pilek yang biasa terjadi pada kita itu angka kematiannya lebih tinggi daripada corona. Tapi ini kenapa bisa hebohnya luar biasa?" ujar Terawan, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: Teka-teki Robohnya Ruko di Jember ke Sungai Kalijompo

Pernyataan Terawan tersebut langsung menjadi sorotan. Publik menilai Terawan terlalu asal dalam berbicara.

Load More