Suara.com - Warga Depok lagi-lagi menyita perhatian. Alih-aling membuat video mengharukan untuk menyemangati masyarakat dari corona, pemuda ini malah membuat warganet terbahak-bahak.
Dalam video tersebut, seorang pemuda meneriakkan seruan dari balik jendela bangunan bertingkat. Ia meneriakkan "Depok Jiayou!" berkali-kali untuk menyemangati orang-orang yang ada di luar bangunan. Dalam bahasa Mandarin, 'Jiayou' berarti 'semangat'.
Video tersebut diunggah oleh akun @gabrielriski pada Rabu (4/3/2020) di kawasan Depok.
Untuk diketahui, virus corona pertama di Indonesia terjadi di Depok. Sang pengunggah video mengatakan bahwa video ini dibuat agar masyarakat tidak panik.
"Sebenarnya hanya untuk meredam kepanikan aja sih, biar agak cair sedikit." kata Gabriel kepada Suara.com.
Ia juga menambahkan bahwa dia dan teman-temannya terinspirasi oleh video warga Wuhan yang saling menyemangati dari balik jendela apartemen.
Namun, alih-alih membuat warga Depok terharu, unggahan "Depok Jiayou!" tersebut malah membuat warganet terhibur sekaligus heran.
Pemilik akun @ukhgreentea berkomentar "Org indo emg gaada sisi romantisnya sama sekali, hobinya ngelawak doang:(("
Begitu juga dengan @tetsuya_dimas yang berkomentar "Alasan gua cinta indonesia adalah meski warganya kena musibah tetap aja melucu."
Baca Juga: DPR Setuju Penyebar Data Pasien Virus Corona Ditangkap, Termasuk Pejabat
Sementara akun @novemberxsad juga menulis, "Di Wuhan dengernya sedih gitu kan, di depok mirip kenek angkot teriak "Depok-Cianjur" "
Begitu juga dengan @tiffhanialex98 yang menambahkan, "Pas nonton video wuhan, sumpah gue nangis, sesedih itu. Nonton video ini samaa nangis juga, sengakak itu."
Wuhan Jiayou
Mewabahnya virus Corona atau penyakit dengan nama resmi novel coronavirus (2019-nCoV) membuat kota Wuhan, China, terpaksa diisolasi dan membuat warga yang tinggal di sana tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Wuhan tampak seperti kota mati.
Di tengah ketakutan akan virus itu, sebuah video berdurasi 15 detik yang merekam situasi malam hari di Kota Wuhan beredar di media sosial.
Video tersebut menarik perhatian warganet karena terdengar sahutan para warga yang meneriakkan, "Wuhan Jiayou!"
Berita Terkait
-
Selain Corona, 10 Penyakit Ini Pernah Jadi Wabah Mengerikan di Dunia
-
Dijual Rp 300 Ribu, YLKI Curiga Pasar Jaya Sengaja Timbun Masker
-
Negatif Corona Usai Diperiksa 5 Jam, Kapal Viking Sun Hanya Boleh Bersandar
-
Viral Emak-emak Berhijab Dijambret di Depan Bank, Uang Rp100 Juta Raib
-
Panik Virus Corona, Dua Warga di Mal Rebutan Tisu Sampai Todongkan Pisau
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss