Penting juga dicatat bahwa pada terbitan pertama novel The Eyes of Darkness pada 1981, virus fiksi itu dinamai Gorki-400 dan dikembangkan oleh pemerintah Uni Soviet.
Menurut South China Morning Post, nama virus dalam buku Koontz itu berubah menjadi Wuhan-400 dan diceritakan sebagai buatan China pada buku terbitan 1989, jelang berakhirnya Perang Dingin.
Pada edisi 1989 ini juga Koontz menggunakan nama aslinya pada buku itu, alih-alih nama alias Leigh Nichols.
Pada beberapa postingan soal buku ini di media sosial juga memasukkan foto halaman yang berisi sebagai berikut:
"Pada sekitar 2020 sebuah penyakit mirip pneumonia akut akan menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran bronkial, dan menolak segala jenis pengobatan."
Halaman berisi kalimat di atas bukan berasal dari buku Koontz, The Eyes of Darkness, tetapi dari buku berbeda berjudul End of Days: Predictions and prophecies about the end of the world Paperback karya Sylvia Brown, penulis AS yang juga menyebut diri sebagai dukun atau peramal. Buku Brown terbit pada 2008 lalu.
Berita Terkait
-
Stop Panic Buying Imbas Corona! 3 Ancaman Ini Bakal Timbul
-
5 Hari Sembuh, Pasien Corona Covid-19 Meninggal Karena Sumbatan Pernapasan
-
Kebijakan OPEC Kalah dari Corona, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi
-
Corona Merebak, Begini Tips Cegah Infeksi Virus dari Pakar Gizi
-
Cegah Virus Corona, Area Sekitar Ka'bah Dikosongkan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir