Suara.com - Beredar konten yang menyebutkan seorang anak di Desa Gunung Picung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikutuk jadi buaya karena durhaka.
Konten tersebut muncul dalam situs Perma.cc dengan judul "Nauzubillahi Min Zalik, Anak Durhaka Berubah Menjadi Buaya..Semoga Yang Membagikan Ini Dijauhkan Dari Azab Allah Swt" yang dimuat pada Senin (9/3/2020).
Sementara cuplikan isi artikel tersebut berbunyi:
Warga Bogor belakangan dihebohkan dengan kasus anak yang dikutuk ibunya. Anak itu dikutuk jadi batu oleh sang ibu di Gunung Picung, Kabupaten Bogor. Banyak pihak yang bertanya-tanya tentang kebenaran berita tersebut. Sebab, berita anak berubah jadi batu berkembang cepat melalui media sosial Facebook
Berikut cerita yang sempat bikin heboh netizen beberapa hari terakhir. Ini berita nyata dari kakaknya teman saya yang menjadi wartawan IPB.
Bagi para anak mohon dicermati kisah nyata ini jangan sampai kita durhaka kepada orangtua kita. Kisah nyata ini di Kecamatan Tenjolaya, Kab Bigor tepatnya di gunung picaung. Terjadi pada hari Kamis, anak dikutuk menjadi batu, anak itu meminta dibelikan motor ninja namun oleh ibunya dikasih motor matic.
Lalu anak itu marah kepada ibunya posisi ibunya sedang melaksanakan solat tepatnya dalam keadaan sujud, lalu anak itu menendang kepalanya. Sekarang si anak menjadi batu dan posisi batunya sudah sampai kepala anak itu...
Benarkah, anak durhaka dikutuk jadi buaya di Kabupaten Bogor?
Penjelasan
Baca Juga: Pihak Karen Idol Minta Bukti ke Arya Satria Claproth Soal Tuduhan Berzina
Hasil penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, informasi tersebut tidak benar. Sejumlah sumber telah mengklarifikasinya.
Konten dengan gambar serupa merupakan informasi lawas yang dibagikan ulang. Konten tersebut sempat muncul di beberapa situs Thailand sejak 2015, salah satunya laman Thai Rath Online.
Situs tersebut menerangkan, seekor kerbau milik petani yang tinggal di Desa Ban Nong Don, Kecamatan Bu Sung, Distrik Wang Hin, Provinsi Sisaket, Thailand melahirkan makhluk mirip buaya.
Tiba-tiba, kerbau itu melahirkan seekor buaya jantan dengan kulit hitam dan bersisik, setelah berteriak kencang. Namun, makhluk itu mati setelah dilahirkan.
Sementara itu, dilaporkan The Science Times dalam artikel berjudul "Crocodile-Buffalo Genetic Species Found In Wanghin, Thailand", kejadian kerbau beranak mirip buaya ini disebabkan oleh faktor genetik unik dari dua binatang tersebut.
Disebut-sebut terjadi perkawinan silang (hibrida) antara kerbau dan buaya. Hasil hibrida seperti itu biasanya terjadi secara alami atau telah dikembangbiakkan oleh manusia. Selain itu, kejadian serupa sudah banyak ditemukan dalam dunia hewan.
Kesimpulan
Konten yang menyebut anak durhaka di Kabupaten Bogor dikutuk jadi buaya adalah palsu atau hoaks. Konten tersebut sengaja dibagikan dengan narasi menyesatkan sehingga masuk dalam kategori Misleading Content.
Faktanya, foto yang yang beredar bukan menggambarkan anak durhaka dikutuk melainkan kerbau di Thailand melahirkan makhluk mirip buaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi