Suara.com - Penasihat medis senior Beijing mengatakan bahwa pandemi global COVID-19 bisa berakhir pada bulan Juni mendatang jika negara-negara memberlakukan penanganan ketat mengatasi corona.
Menyadur Straits Times, China mengklaim bahwa puncak pandemi di negeri tersebut telah mengalami penurunan. Keadaan ini didukung dengan turunnya angka kasus hingga satu digit untuk pertama kalinya di Hubei.
Sekitar 2/3 kasus corona di dunia terjadi di pusat provinsi Hubei, China. Namun, pada pekan terakhir, sebagian besar kasus justru terjadi di luar Tiongkok.
Otoritas China memberlakukan penanganan ketat termasuk melakukan isolasi total di provinsi Hubei untuk mencegah meluasnya wabah di kota lainnya.
Pemerintah China juga mengatakan negara lain saiknya belajar dari upaya yang mereka lakukan.
"Secara umum, puncak epidemi di China telah terlewati. Peningkatan kasus baru sudah turun." kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China.
Sementara itu, Dr Zhong Nanshan, penasihat medis senior yang pernah menangani wabah SARS pada 2003 lalu mengatakan, selama negara-negara menangani pandemi ini secara serius dan siap untuk mengambil langkah-langkah tegas, maka pandemi di seluruh dunia akan berakhir dalam hitungan bulan.
"Saran saya kepada seluruh negara adalah mengikuti instruksi dari WHO dan melaksanakannya pada skala nasional. Jika semua negara ikut bergerak, (pandemi) ini akan berakhir pada Juni mendatang." kata Nanshan.
Ketika penyebaran virus secara global mengalami kenaikan, sebaliknya, China telah mengalami penurunan yang signifikan dalam tujuh hari terakhir.
Baca Juga: Daftar 10 Film Terbaik Tom Hanks
Tercatat 15 kasus baru terjdai di China pada Rabu (11/3/2020) lalu, angka ini turun dari 24 kasus yang terjadi hari berikutnya. Tujuh dar kasus baru tersebut terjadi di luar Hubei, dan enam diantaranya adalah imported case atau kasus berasal dari luar negeri.
Berita Terkait
-
Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli
-
Wabah Corona Menurun di China, Sekolah Mulai Buka Lagi
-
Warga China Baru Injak Kaki di Garut, Langsung Diperiksa Corona
-
Sebelum Corona, Kapan Terakhir Kali WHO Menetapkan Kasus Pandemi?
-
Corona Pandemi Global, CONMEBOL Desak FIFA Tunda Kualifikasi Piala Dunia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
-
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat